Gempa NTT M7,7, Badan Geologi Minta Warga Waspada Susulan
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Ilustrasi truk Pertamina./Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA--Dua mobil tangki milik PT Pertamina (Persero) dibajak dan dilarikan ke Istana Negara, Senin (18/3/2019). Usut punya usut, mobil tersebut ternyata diduga hendak dipakai untuk berdemo oleh massa di Taman Pandang, Gambir, Jakarta Pusat.
Mobil dibajak oleh pengunjuk rasa yang menamakan dirinya Awak Mobil Tangki atau AMT. Massa tersebut merupakan pendemo yang pernah nekat menerobos konvoi Presiden Joko Widodo pada 13 Februari 2019 lalu.
Awalnya, dua mobil tersebut ada di lokasi aksi, namun, kini mobil ada di dalam kawasan Monumen Nasional dan dalam pengawasan serta penjagaan polisi. Polisi sampai kini masih terus menyelidiki kejadian tersebut.
"Iya itu. Untuk tuntutan meraka [supaya bisa dipenuhi]," ucap Kapolsek Metro Gambir, Ajun Komisaris Besar Polisi Johannes Kindangen saat dikonfirmasi, Senin (18/3/2019).
Hanya saja, Johannes tak merinci lebih jauh terkait aksi tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Harry Kurniawan mengatakan, bahwa saat ini dua truk tangki BBM itu telah ditemukan keberadaanya di depan Istana Negara.
"Sudah aman ya, saat ini masih proses nego," kata Harry saat dikonfirmasi.
Diketahui, dua mobil tangki berukuran 32 Kilo Liter (KL) berisi biosolar dalam kondisi penuh itu dihadang massa lalu dibawa mengarah ke Istana Negara.
“Kami telah menerima laporan adanya penghadangan dan perampasan mobil tangki yang sedang mengangkut biosolar. Kami sudah melapor pada aparat kepolisian,” kata Humas PT Pertamina Patra Niaga Ayulia.
Ayulia menambahkan, dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu masing-masing ber plat polisi B 9214 TFU dan B 9575 UU yang dikemudikan oleh Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul.
“Pak Cepi sudah diketahui keberadaannya dan sedang dalam perjalanan melaporkan ke Polda Metro Jaya,” jelas Ayulia.
Dijelaskannya, penghadangan dan perampasan itu terjadi saat mobil tangki akan mengirim biosolar tujuan SPBU area Tangerang.
Saat hendak memasuki pintu Tol Ancol, tiba-tiba ada sekelompok orang sekitar 10 orang turun dari sebuah mobil sejenis pick up mengambil alih kemudi sambil membentak-bentak sopir alias awak mobil tangki.
“Sopir atau awak mobil tangki itu diancam dan dipaksa turun. Mobil tangki dikuasai oleh kelompok Perampas yang mengatakan mereka akan menuju Istana Negara,” kata Ayulia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b