Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Ilustrasi truk Pertamina./Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA--Dua mobil tangki milik PT Pertamina (Persero) dibajak dan dilarikan ke Istana Negara, Senin (18/3/2019). Usut punya usut, mobil tersebut ternyata diduga hendak dipakai untuk berdemo oleh massa di Taman Pandang, Gambir, Jakarta Pusat.
Mobil dibajak oleh pengunjuk rasa yang menamakan dirinya Awak Mobil Tangki atau AMT. Massa tersebut merupakan pendemo yang pernah nekat menerobos konvoi Presiden Joko Widodo pada 13 Februari 2019 lalu.
Awalnya, dua mobil tersebut ada di lokasi aksi, namun, kini mobil ada di dalam kawasan Monumen Nasional dan dalam pengawasan serta penjagaan polisi. Polisi sampai kini masih terus menyelidiki kejadian tersebut.
"Iya itu. Untuk tuntutan meraka [supaya bisa dipenuhi]," ucap Kapolsek Metro Gambir, Ajun Komisaris Besar Polisi Johannes Kindangen saat dikonfirmasi, Senin (18/3/2019).
Hanya saja, Johannes tak merinci lebih jauh terkait aksi tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Harry Kurniawan mengatakan, bahwa saat ini dua truk tangki BBM itu telah ditemukan keberadaanya di depan Istana Negara.
"Sudah aman ya, saat ini masih proses nego," kata Harry saat dikonfirmasi.
Diketahui, dua mobil tangki berukuran 32 Kilo Liter (KL) berisi biosolar dalam kondisi penuh itu dihadang massa lalu dibawa mengarah ke Istana Negara.
“Kami telah menerima laporan adanya penghadangan dan perampasan mobil tangki yang sedang mengangkut biosolar. Kami sudah melapor pada aparat kepolisian,” kata Humas PT Pertamina Patra Niaga Ayulia.
Ayulia menambahkan, dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu masing-masing ber plat polisi B 9214 TFU dan B 9575 UU yang dikemudikan oleh Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul.
“Pak Cepi sudah diketahui keberadaannya dan sedang dalam perjalanan melaporkan ke Polda Metro Jaya,” jelas Ayulia.
Dijelaskannya, penghadangan dan perampasan itu terjadi saat mobil tangki akan mengirim biosolar tujuan SPBU area Tangerang.
Saat hendak memasuki pintu Tol Ancol, tiba-tiba ada sekelompok orang sekitar 10 orang turun dari sebuah mobil sejenis pick up mengambil alih kemudi sambil membentak-bentak sopir alias awak mobil tangki.
“Sopir atau awak mobil tangki itu diancam dan dipaksa turun. Mobil tangki dikuasai oleh kelompok Perampas yang mengatakan mereka akan menuju Istana Negara,” kata Ayulia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.