Fakta-Fakta Penyerangan Masjid di Selandia Baru: Teroris Dicurigai sebagai Antimuslim & Antiimigran

Pria yang diduga memberondongkan peluru di sebuah masjid di Selandia Baru. - Reuters
15 Maret 2019 15:57 WIB Budi Cahyana News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pria bersenjata memberondongkan senjata kepada jemaah dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan 49 orang sejauh ini diketahui tewas.

Ardern menyatakan ini adalah serangan teroris yang sangat memilukan. Berikut beberapa fakta penembakan di masjid di Selandia Baru sejauh ini sebagaimana dikutup dari CNN.

2 Masjid

Serangan dimulai pada pukul 13.40 waktu setempat, seorang bersenjata menyerang dua masjid di Christchurch.

4 Orang Ditahan

Selang satu jam setelah aksi teror, polisi menahan empat orang, yakni tiga pria dan satu wanita.

Manifesto Antiimigran

Di akun medsos yang diyakini milik salah satu teroris, terdapat tautan berisi 87 halaman manifesto tentang sikap-sikap antiimigran, antimuslim, dan alasan penyerangan.

Bom

Bom ditemukan di mobil yang dipakai teroris yang diparkir di sebelah masjid. Bom sudah dijinakkan polisi Selandia Baru.

Pamer di Medsos

Satu penyerang menayangkan kebrutalan ini di medsos. Video ini sudah dihapus dan polisi meminta agar semua orang tidak membagikan video siaran langsung serangan.

Orang Australia

Satu dari empat orang yang ditahan diketahui sebagai warga Australia. Salah satu saksi melihat si penyerang menggunakan seragam.