Advertisement
Cegah Kegaduhan di Debat Capres: Tim Jokowi Usul Moderator Tegas, Tim Prabowo Minta Penonton Dikurangi
Pendukung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto meneriakan yel-yel pada debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). - JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kericuhan sempat terjadi dalam debat capres ronde kedua pada 17 Februari 2019. Kegaduhan muncul saat istirahat akibat pernyataan Jokowi yang mengungkap ribuan hektare tanah Prabowo.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, menyebarkan video berdurasi 45 detik kericuhan tersebut melalui akun Twitter resminya. Dua kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pun mengusulkan cara untuk mencegah kerusuhan serupa.
Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy menyebut jumlah penonton debat tidak mempengaruhi ketertiban. Pihaknya menilai ketegasan penyelenggara dan moderator merupakan hal terpenting.
"Di dalam rapat [bersama KPU] kemarin saya menyatakan bahwa soal penonton ini jauh lebih tertib pada debat pertama. Toh jumlahnya sama, 150 orang, debat kedua juga sama. Tetapi lebih tertib karena moderator bisa langsung melihat penonton, mana penonton yang ribut bisa ditegur," kata dia di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Rabu (27/2/2019).
"Sehingga kalau ada penonton yang naik kursi, bikin ramai yang tidak sesuai peraturan dan kesepakatan, maka kami waktu itu mengusulkan keluarkan saja dari ruangan tanpa peringatan. Tidak perlu SP1, SP2," ujar dia.
Sementara, BPN Prabowo-Sandiaga masih menginginkan agar jumlah undangan penonton dikurangi, baik undangan tamu dari pihak TKN 01, BPN 02, dan undangan KPU.
Bahkan, BPN mengimbau para menteri yang mendapat undangan KPU agar masuk dalam kelompok penonton dari kandidat dukungannya saja, bukan duduk di tempat khusus.
Oleh sebab itu, pihaknya memberi usulan adanya perwakilan "juru damai" dari KPU, Bawaslu, TKN 01, dan BPN 02. Fungsinya, bertanggung jawab membuat suasana kondusif kembali ketika keributan semacam itu terjadi lagi, tanpa banyak pihak yang terlibat.
"Nah, untuk berjaga-jaga, sekarang ada ide membuat clearing house, ada perwakilan dari 02, 01 kalau ada hal semacam itu terjadi lagi, misalnya. Kita tidak menginginkan, tapi sudah ada dewan tertentu, akan ada desk khusus yang menangani masalah itu," ucap Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso selepas rapat dengan KPU, Selasa (26/2/2019).
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement






