Advertisement
Prabowo Subianto Malah Nyuruh Warga Terima Uang di Pemilu?
Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso (kiri) bersama Direktur Program TKN Arya Bima saat memberikan keterangan kepada wartawan usai evaluasi debat perdana di Gedung KPU, Jakarta, Senin (21/1). JIBI/BISNIS - Jaffry Prakoso
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Saking geramnya dengan praktik money politics atau politik uang, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto justru menyuruh masyarakat menerima pemberian saat ada tim sukses yang bagi-bagi duit. Hal itu disampaikannya saat berpidato di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Prabowo menyapa warga Banjarnegara, Jawa Tengah dalam safari politiknya. Dia mengajak seluruh rakyat untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 17 April 2019 mendatang. Sebab, partisipasi masyarakat dalam pemilu akan menentukan arah haluan Indonesia lima tahun ke depan.
Advertisement
“Karenanya, pemilu nanti adalah kesempatan rakyat untuk menentukan nasib Indonesia ke depan. Satu orang satu suara. Beberapa detik di hari itu, akan menentukan masa depan kita,” katanya saat berpidato, Rabu (13/2/2019).
Prabowo mengaku paham bahwa rakyat menginginkan perubahan menuju Indonesia adil dan makmur. Oleh karena itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengajak masyarakat untuk membuat gerakan bola salju, yakni gerakan untuk meyakinkan orang-orang terdekat untuk menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani dalam pemilu nanti.
BACA JUGA
“Yang kita perlukan sekarang adalah suatu ikhtiar untuk meyakinkan lingkungan, tetangga, kerabat kita semua untuk pada 17 April berbondong-bondong ke TPS. Pada saat itu harus mencoblos sesuai dengan hati nurani masing-masing. Saya yakin rakyat Banjarnegara sudah paham, kalau nanti ada yang bagi duit, bagi barang, terima, karena itu uang rakyat, tapi coblos sesuai hati nurani,” ucap Prabowo.
Menanggapi pernyataan Prabowo itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso mengatakan bahwa ini dilakukannya karena rasa gerah yang bertumpuk-tumpuk dari peserta pilpres nomor urut 02 tersebut.
“Sudah tentu karena Pak Prabowo merasa gusar dan tak senang dengan pihak-pihak yang melakukan money politics. Jika tetap dilakukan, ya sudah terima saja tapi tidak dipilih,” kata Priyo di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (14/2/2019).
Priyo menjelaskan bahwa Prabowo dalam rapat internal yang dilakukan beberapa waktu lalu berdiskusi supaya tidak ada politik transaksional. “Karena mengenai kepentingan negara jangan sampai karena hanya satu dua detik menerima uang, kemudian pilihan salah,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
- Dampak MBG Akan Dibaca dari Pertumbuhan Otak dan Fisik Anak
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 30 Januari, Permudah Mobilitas Warga
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Transfer Sepak Bola 2025 Pecahkan Rekor Global
- Cegah PMK pada Ternak, Bupati Gunungkidul Gencarkan Bebersih Kandang
- Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 29 Januari 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- Insentif PPh 21 2026 Positif, tetapi Belum Dongkrak Daya Beli
- Cuaca DIY Kamis 29 Januari: Semua Wilayah DIY Hujan
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Kamis 29 Januari 2026
- Dua Gempa Selatan Jawa Berbeda Sumber, Ini Penjelasan Pakar UGM
Advertisement
Advertisement




