33 Negara Siapkan Pangan Darurat, Stok Beras Indonesia 25 Juta Ton
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Capres-cawapres Nomor Urut 02 Prabowo (kiri)-Sandiaga Uno bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme./ANTARA-Sigid Kurniawan.
Harianjogja.com, JAKARTA- Calon Presiden Prabowo Subianto dianggap sudah layak disebut sebagai profesor karena menguasai banyak bidang yang akan dibahas dalam debat.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso. Ia menjamin debat Capres kedua akan berlangsung seru.
Priyo mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra itu rajin membaca buku. Ia mengklaim intelektual Prabowo seharusnya sudah bisa dikategorikan sebagai profesor.
"Seungguhnya beberapa profesor katakan bahwa Prabowo sudah layak untuk jadi Profesor, Doktor, termasuk di bidang yang akan didebatkan," kata Priyo saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).
Politisi Partai Berkarya itu juga menjamin akan ada kejutan dari Prabowo Subianto saat debat capres kedua yang membahas tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, serta infrastruktur.
"Nanti akan ada kejutan karena beliau kuasai bidang. Masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata2 kunci dan ada dipikiran beliau," jelasnya.
Priyo menambahkan, Prabowo belakangan sering bertemu dengan akademisi dan profesor untuk menyerap sejumlah masukan jelang debat capres kedua yang akan berlangsung pada 17 Februari mendatang.
"Hari-hari ini beliau terima akademisi dan profesor, sepekan ini ya, beliau terima masukan. Tapi di bidang ini Prabowo sangat menguasai, jangan under estimate," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Gowes Jogjaversitas 2026 di UII diikuti pimpinan PTS DIY dan Jateng untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarkampus.
Anggota DPRD Kulon Progo Angga Pratama mendorong pembangunan dan pemeliharaan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian.
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.