Sistem Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Diterbitkan Kemenag

Menag Lukman Hakim Saifuddin menjawab pertanyaan wartawan mengenai rencana pembangunan Perguruan Tinggi (PT) Islam Program Pasca Sarjana usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu (17/6). Pemerintah berencana membangun perguruan tinggi yang akan mengasilkan gelar Master dan Doktor dibidang keislaman yang saat ini belum dimiliki. - ANTARA
23 Januari 2019 18:10 WIB Denis Riantiza Meilanova News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Agama meluncurkan Seleksi Prestasi Akademik Nasional - Ujian Masuk (SPAN - UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2019.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, diluncurkannya SPAN UM PTKIN merupakan langkah strategis untuk mendapatkan calon-calon mahasiswa terbaik. Hal ini juga merupakan langkah awal untuk melakukan perbaikan kualitas PTKIN.

"Kualitas PTKIN pada dasarnya dapat dilihat dari output atau keluaran yang dihasilkan, yakni seberapa besar PTKIN memiliki impact atau dampak bagi kehidupan tidak hanya bagi negara bangsa, tapi juga peradaban dunia,” kata Lukman dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (23/1/2019).

“Untuk memiliki output yang baik, tidak hanya dibutuhkan proses saja. Input yang baik tentunya diharapkan akan berdampak kepada kualitas yang akan dihasilkan."

 Lukman berharap Kemenag dapat membuat lembaga permanen untuk melaksanakan seleksi masuk perguruan tinggi. Dia pun meminta Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk menyampaikan konsepsi mengenai lembaga tersebut dalam 1-2 bulan ini.

SPAN-PTKIN merupakan seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi lain, tanpa ujian tertulis. Sementara UM-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh Universitas Islam Negeri (UIN)/Institut Agama Islam negeri (IAIN)/Sekolah tinggi agama Islam negeri (STAIN) dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak oleh panitia pelaksana.

Kemenag menargetkan dapat menjaring 350 ribu pendaftar, yang terdiri dari 225 ribu pendaftar melalui jalur SPAN PTKIN dan 125 ribu pendaftar melalui jalur UM PTKIN.

Ketua Panitia SPAN UM PTKIN Musafir Pababbari menuturkan, SPAN UM PTKIN akan dilaksanakan oleh 58 PTKIN yang tersebar di seluruh Indonesia.

Proses pendaftaran jalur SPAN-PTKIN akan mulai dilaksanakan sejak 23 Januari-10 Mei 2019. Daftar program studi dan daya tampung SPAN - PTKIN dapat dilihat pada laman : http://www.span-ptkin.ac.id

Sementara, proses pembukaan pendaftaran jalur UM-PTKIN, diserahkan ke masing-masing PTKIN dan akan berakhir pada Juli 2019.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia