Advertisement
Prabowo Tak Sudi Pembangunan Indonesia Didikte Negara Lain
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kiri) mengunjungi pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (8/1/2019). - ANTARA/Mohamad Hamzah
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Prabowo Subianto yang juga Calon Presiden nomor urut 02 menegaskan ketidaksetujuannya dengan arah pembangunan Indonesia yang cenderung dikte oleh bangsa lain. Ia mengaku gusar dengan nasib rakyat yang belum bisa menikmati kekayaan alam yang berlimpah.
"Kalau kita tidak hati-hati, kalau kita tidak waspada, kalau kita tidak berubah, kalau kita tidak bertindak dengan segera, situasi ini akan terus berlanjut ke arah yang lebih buruk," katanya dalam Pidato Kebangsaan berjudul "Indonesia Menang" di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta Selatan, Senin malam (14/01/2019).
Prabowo menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terjadi, apalagi di sebuah negara yang sudah merdeka. "Kita semua berkeyakinan, Indonesia akan bertahan 1.000 tahun ke depan".
Namun Prabowo mengungkapkan fakta-fakta yang dihadapi negara Indonesia saat ini. "Tapi, saudara-saudara sekalian, apakah negara yang tidak mampu membayar rumah sakit, yang tidak mampu menjamin makan untuk rakyatnya, yang tidak mampu punya militer yang kuat,dapat bertahan 1.000 tahun?
Apakah negara yang cadangan BBM nasionalnya hanya kuat untuk 20 hari, yang cadangan berasnya kurang dari 3 juta ton, dapat bertahan jika ada serangan, atau krisis keamanan?".
Advertisement
Mantan Danjen Kopassus ini kemudian menjelaskan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pun mengatakan, jika perang, Indonesia hanya mampu bertahan 3 hari karena peluru TNI hanya cukup untuk 3 hari perang. "Ini bukan kami yang menyampaikan, tapi pemerintah sendiri".
Di tengah persaingan antara negara yang semakin ketat dari waktu ke waktu, menurut Prabowo, Indonesia harus bergerak maju. Tidak boleh kalah bersaing, apalagi didikte oleh negara lain.
BACA JUGA
"Kita harus ingat, persaingan antar bangsa itu keras. Sejarah peradaban manusia ribuan tahun itu keras. Jangan kita tergantung kepada bangsa lain. Jangan kita berharap bangsa lain akan baik, akan kasihan kepada kita".
Prabowo kemudian menyelipkan pernyataan dari ahli sejarah Thucydides, yang hidup kurang lebih 50 tahun sebelum Masehi. "The strong will do what they can, the weak suffer what they must. Jadi kalau dalam bahasa Indonesia, yang kuat akan berbuat apa yang dia mampu buat, yang lemah akan menderita apa yang dia harus menderita," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
Advertisement
Mudik Lebaran, Polisi Petakan Jalur Rawan Kecelakaan di Gunungkidul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jalan Nasional Jateng-DIY Siap Sambut Mudik Lebaran 2026
- Jaksa Tuntut Ammar Zoni 9 Tahun Penjara di Kasus Sabu
- Mudik Lebaran 2026, Konsumsi BBM Bensin Diproyeksi Naik 12 Persen
- Ramadan Bikin Pengeluaran Naik, Begini Cara Mengelola Keuangan
- Bocah 10 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Sragen
- Motor Rental Digadaikan Rp12 Juta, Pria Asal Sleman Ditangkap Polisi
- Operasi Ketupat Candi 2026: Sukoharjo Dirikan 3 Pos Mudik
Advertisement
Advertisement








