Tiga Pekerja Korban KKB di Nduga Papua Ditemukan dalam Kondisi Selamat

Evakuasi korban KKB Papua. - Okezone.com/Chanry
10 Desember 2018 12:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, TIMIKA -Tiga pekerja balai desa Yigi, Nduga ditemukan dalam kondisi selama oleh satgas TNI-Polri. Mereka sebelumnya menyelamatkan diri saat mendengar ada sweeping oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pasca-pembunuhan terhadap para pekerja jembatan Trans Papua di Kabupaten Nduga. 

Mereka ditemukan dalam kondisi selamat di Distrik Yigi, Nduga, Minggu 9 Desember 2018, saat pasukan gabungan sedang mencari para pekerja korban KKB yang masih hilang. Setelah ditemukan, ketiga orang itu diamankan di pos Yigi.

Ketiga orang yang ditemukan adalah Petrus Tondi (42), Toding Allo (20), Saputra (26). Mereka sebelumnya diduga lari ke hutan untuk menyelamatkan diri karena ada informasi bahwa bakal ada sweeping oleh KKB terhadap pendatang.

"Pada Minggu 9 Desember 2018 telah diamankan tiga pekerja balai desa Distrik Yigi oleh personel gabungan TNI/Polri," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Senin (10/12/2018).

Suasana Haru Warnai Serah Terima Jenazah Korban Penembakan KKB di Papua 

Ketiga pekerja tersebut dalam kondisi sehat dan sementara masih berada di Pos Yigi dan menunggu koordinasi lanjutan apakah akan dievakuasi ke Timika atau Wamena, tergantung cuaca.

"Kami masih menunggu perkembangan di lapangan, karena kita tidak bisa prediksi cuaca yang berubah-ubah," ujar Kamal.

Pagi tadi, sekira 40 personel TNI-Polri melanjutkan pecarian terhadap karyawan PT Istaka Karya yang masih hilang sekaligus mengejar KKB di Puncak Kabo, Distrik Dal, Nduga

Sementara satu jenazah diduga kuat korban KKB yang ditemukan di Puncak Kabo kemarin, pagi tadi telah dievakuasi ke Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya menggunakan helikopter milik TNI AD.

"Jenazah telah tiba di Lapangan Batalyon 756/Wms dan selanjuntya akan dibawa ke RSUD Wamena. Selanjutnya jenazah tersebut akan dilakukan identifikasi oleh tim medis, apakah jenazah tersebut merupakan karyawan PT Istaka Karya atau tukang bangunan lainnya yang akan disesuaikan dengan data yang ada," terang Kamal.

Sumber : Okezone.com