Advertisement

Penembakan Perawat oleh Agen Federal Bikin Krisis Politik AS Menguat

Jumali
Senin, 26 Januari 2026 - 08:47 WIB
Jumali
Penembakan Perawat oleh Agen Federal Bikin Krisis Politik AS Menguat Ilustrasi. - freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kota Minneapolis, Minnesota, dilanda gelombang protes luas seusai insiden penembakan warga sipil oleh agen federal dalam operasi imigrasi. Peristiwa yang menewaskan seorang perawat ICU bernama Alex Pretti ini memicu kemarahan publik sekaligus memperuncing tekanan politik terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.

FoxNews melapokan Alex Pretti (37) tewas ditembak dalam sebuah operasi imigrasi pada Sabtu (24/1/2026) di tengah kondisi jalanan bersalju. Pemerintah federal sempat menyatakan korban membawa senjata api dan berniat melukai petugas. Namun, rekaman video yang telah diverifikasi dan beredar luas di media sosial menunjukkan narasi berbeda dari klaim resmi tersebut.

Advertisement

Dalam rekaman tersebut, Pretti tidak terlihat mengacungkan senjata. Korban justru tampak disemprot cairan kimia, dijatuhkan ke permukaan jalan, lalu ditembak sebanyak 10 kali dalam waktu singkat. Perbedaan mencolok antara bukti visual dan keterangan pemerintah memicu kecaman luas terhadap program operasi imigrasi bertajuk Operation Metro Surge.

Gelombang kemarahan publik memuncak pada Minggu (25/1/2026) ketika sekitar 1.000 demonstran turun ke jalan di Minneapolis menuntut keadilan atas kematian Pretti. Gubernur Minnesota Tim Walz secara terbuka mempertanyakan kebijakan Gedung Putih dan menentang kelanjutan operasi federal tersebut. Pemerintah negara bagian Minnesota bahkan telah mengajukan gugatan hukum untuk menghentikan operasi itu.

Reaksi keras juga datang dari pihak keluarga korban. Orang tua Pretti mengecam pernyataan pejabat federal yang sempat menyebut anak mereka sebagai "pembunuh bayaran", dan menyebut label tersebut sebagai kebohongan yang menyakitkan. Di sisi lain, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyampaikan belasungkawa, meski tetap menegaskan bahwa investigasi internal akan terus berjalan.

Tekanan politik mulai merembet ke lingkaran pendukung pemerintahan. Senator Partai Republik Bill Cassidy menyerukan dilakukannya penyelidikan gabungan antara pemerintah federal dan negara bagian, menandai munculnya retakan dukungan terhadap kebijakan imigrasi Presiden Trump. Operasi tersebut sebelumnya dipicu oleh laporan media konservatif terkait dugaan penipuan imigran, yang telah dibantah oleh Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison.

Sejumlah tokoh nasional turut menyuarakan keprihatinan. Mantan Presiden Barack Obama bersama Michelle Obama mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut insiden ini sebagai peringatan serius bagi demokrasi, serta menuding pemerintahan saat ini sengaja mempertajam ketegangan sosial. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan ketidakpuasan publik AS terhadap kebijakan imigrasi domestik Trump terus meningkat secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal SIM Corner Jogja di Mal Hari Ini

Jadwal SIM Corner Jogja di Mal Hari Ini

Jogja
| Senin, 26 Januari 2026, 08:27 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement