Advertisement
Gawat, Hutan Lindung di Kintamani Terbakar Hebat
Ilustrasi kebakaran hutan. - REUTERS/Fred Greaves
Advertisement
Harianjogja.com, BANGLI-Kebarakan hebat melanda hektaran kawasan hutan lindung Bukit Kembar di Desa Kutuh, Kintamani, Kabupaten Bangli, sejak Kamis (13/9/2018) malam. Tragisnya upaya pemadaman api hingga kini belum bisa dilakukan secara optimal, lantaran terkendala akses jalan yang terjal.
Oleh karenanya, upaya pengendalian api hanya bisa dilakukan secara konvensional oleh petugas kehutanan dibantu masyarakat setempat yang juga terliha panik karena besarnya kobaran api. Untuk mencegah kobaran api meluas hingga ke pemukiman, petugas kehutanan dibantu warga setempat melakukan pengendalian api secara konvensional serta membuat alur pemutus api.
Advertisement
Sebab, untuk pengendalian api dengan menggunakan armada pemadam kebakaran tidak bisa dilakukan karena terkendala medan dan tidak adanya akses jalan menuju titik api. Meski demikian, berkat usaha petugas dan masyarakat saat ini api sudah bisa mulai dikendalikan sehingga tidak sampai meluas ke pemukiman.
Hanya saja, dampak dari kebakaran tersebut dipastikan puluhan hektar kawasan hutan ludes terbakar. Diduga kebakaran hutan dipicu selain karena faktor cuaca ekstrem kemarau dan ulah oknum-oknum tak bertanggungjawab yang membuang puntung rokok sembarangan.
“Terlebih kondisi tumbuhan dan pepohonan hutan yang ada di wilayah setempat mulai mengering sehingga rawan terbakar,” ungkap Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, Jumat (14/9/2018).
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD Kabupaten Bangli telah menyiagakan personel dan peralatannya termasuk juga telah berkoordinasi dengan tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Singaraja yang wilayahnya lebih dekat dengan lokasi kebakaran, untuk membantu upaya pemadaman api jika sewaktu-waktu kebakaran kembali meluas mendekati pemukiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Petani Sleman Dapat Perlindungan Asuransi dari APBD 2026
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Ajarkan Anak Berkata Tidak Sejak Dini untuk Rasa Percaya Diri
- Pegawai Diduga Bocorkan Data, KAI Services Jatuhkan Sanksi
- Pemda DIY Andalkan Pangan dan UMKM Dongkrak Ekonomi 2026
- Film Bidadari Surga Tayang 15 Januari 2026, Angkat Kisah Hijrah
- Sebagian ASN Sleman Gaptek, Penggunaan Corpu Belum Maksimal
- Dana Desa Bantul 2026 untuk Kopdes Masih Tunggu Arahan
- Pola Hubungan yang Sering Disalahartikan sebagai Cinta
Advertisement
Advertisement



