Gempa M6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Belum Ada Laporan Kerusakan
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Nicolas Maduro/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Isu kudeta oleh Amerika Serikat terhadap pemerintahan sah Presiden Venezuela Nicolas Maduro berhembus.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat dari pemerintahan Donald Trump dikabarkan bertemu dengan perwira tinggi militer Venezuela secara diam-diam. Mereka diduga merencanakan kudeta terhadap Presiden Venzuela, Nicolas Maduro.
Rencana kudeta tersebut diungkap dalam laporan The New York Times, Sabtu (8/9/2018). Kabarnya, kudeta terhadap Nicolas Maduro telah direncanakan sejak 2017 silam. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga disebut-sebut ingin mengambil alih pemerintahan Venezuela guna mengatasi krisis berkepanjangan.
Hiperinflasi yang terjadi di Venezuela membuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump prihatin. Dia menyampaikan niatnya menginvasi dan menyingkirkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, untuk menstabilkan ekonomi.
Donald Trump telah menyampaikan niatan ini beberapa kali. Niatan ini kali pertama disampaikan Donald Trump saat menggelar pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat.
Meski demikian, pemerintahan Donald Trump dikabarkan tidak merestui rencana kudeta terhadap Nicolas Maduro. Mereka tidak setuju dengan tokoh militer yang diajukan untuk memimpin kudeta. Sebab, tokoh militer itu masuk dalam daftar cekal Amerika Serikat karena melakukan tindakan pelanggaran hal asasi manusia (HAM).
Sayangnya, sampai saat ini pihak Gedung Putih enggan memberikan penjelasan terkait rencana kudeta tersebut. Mereka menegaskan pertemuan yang digelar bersama militer Venezuela hanya membahas demokrasi di negara terdampak krisis ekonomi tersebut.
"Kami hanya mengadakan dialog untuk membawa ke arah perubahan positif di negara yang mendertita di bawah Nicolas Maduro," demikian pernyataan dari Gedung Putih seperti dilansir The New York Times.
Upaya Amerika Serikat mendorong pergantian pemerintahan Venezuela bukan kali pertama terjadi. Pemerintah Amerika Serikat pernah mendukung kudeta terhadap Hugo Chavez di bawah kepemimpinan George W Bush pada 2002 lalu.
Seperti diketahui, Venezuela kini tengah menghadapi krisis ekonomi yang sangat parah. Hiperinflasi membuat mata uang Venezuela, Bolivar, tidak bernilai. Kondisi ini tidak lepas dari sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat setelah pemerintahan Nicolas Maduro dianggap melanggar HAM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Veda Ega Pratama finis ke-11 di Moto3 GP Jepang 2026 dan meraih lima poin. Ia kini mengoleksi 105 poin di klasemen.
BGN mengakhiri moratorium aktivasi dapur dan mengaktifkan 480 SPPG. Total SPPG yang beroperasi kini mencapai 27.022 unit.
KWT Mekar Lestari Kulonprogo memanfaatkan pekarangan untuk pertanian, pangan, dan ekonomi warga hingga meraih penghargaan inovasi lahan terbatas.
Thailand vs Indonesia tersaji di final FIFA ASEAN Cup 2026. Anthony Hudson antusias menghadapi John Herdman di SUGBK Jakarta.
Remaja di Sragen ditembak airsoft gun hingga terluka. Pelaku kemudian dikeroyok dan dirawat di RSSP Sragen. Polisi masih menyelidiki.