Advertisement
KISAH UNIK : Perut Ular Piton Dibelah, Ini yang Ditemukan
Advertisement
Kisah unik mengenai seekor ular yang tengah hamil dan memiliki puluhan telur.
Harianjogja.com, NIGERIA -- Diduga menelan seekor anak sapi, warga lokal Nigeria membunuh ular yang perutnya terlihat besar. Namun begitu dibedah, ternyata ular ini sedang hamil dan mengandung puluhan telur.
Advertisement
[caption id="attachment_768178" align="alignright" width="370"]http://images.solopos.com/2016/11/161111-ular-370x247.jpg" alt="Ular piton batu Afrika yang dibunuh dan dibelah. Ada puluhan telur yang siap dilahirkan (Dailymail)" width="370" height="247" /> Ular piton batu Afrika yang dibunuh dan dibelah. Ada puluhan telur yang siap dilahirkan (Dailymail)[/caption]
Dikutip dari Dailymail, Kamis (10/11/2016), media lokal melaporkan ular ini dibunuh karena diduga membunuh dan menelan anak sapi. Saat dibedah, baru diketahui ular ini bukannya kelebihan berat badan karena baru saja makan, tetapi ternyata ular ini sedang hamil.
Setelah dibunuh dan perutnya dibuka, puluhan telur ditemukan dan dipindahkan oleh warga lokal. Bagi penduduk setempat, telur ular merupakan makanan yang lezat.
Meski tak diketahui jenis ular ini, kebanyakan ular dapat mengandung 100 telur sekaligus.
Seorang komentator online merasa simpati dengan ular ini. Adapun telur tersebut diperkirakan sebentar lagi lahir.
Melihar ukuran ular ini, hampir sebesar kaki orang dewasa dan panjang mencapai beberapa meter, sepertinya hewan ini jenis anakonda.
Spesies yang tak ditemui di Amerika Selatan ini sepertinya anakonda ini jenis piton batu Afrika. Ular jantan jenis ini biasanya lebih kecil dari betina dan dapat tumbuh hingga 4,8 meter.
Piton batu Afrika merupakan ular terbesar di benua tersebut dan termasuk salah satu dari ular terbesar di dunia. Ular ini dapat tumbuh hingga 6 meter.
Dari laporan terdahulu, pada tahun 1950-an, ular pinton bunting sepanjang 7 meter dibunuh. Ketika dibuka terdapat orok sepanjang 1,5 meter, sedang ular lain dengan panjang 7,5 meter juga ditembak mati.
Seperti piton lain, piton batu Afrika merupakan hewan tak berbisa tetapi dapat membunuh dengan cara membelit korban. Belitan ini akan semakin kencan jika dia merasa korban masih bernafas.
Kematian korban biasanya disebabkan serangan jantung, bukan karena kurang oksigen atau tubuh hancur.
Piton batu Afrika biasanya makan hewan pengerat, monyet, babi hutan, rusa, kelelawar, biawak, buaya di hutan, tikus, unggas, anjing dan kambing di area sub urban. Terkadang, ular ini makan bayi beruang, kucing besar seperti leopard, singa, cheetah hingga anjing hutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km, Ratusan Guguran Lava Terekam
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Ini Hasilnya
- Bau Menyengat di Muja Muju, Bongkar Temuan Lansia Meninggal di Rumah
- Dana Nasabah Mulai Kembali, Kasus BNI Aek Nabara Dikebut
- Dari Desa ke Dunia, Pemuda Kulonprogo Diajak Bikin Wisata Viral
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini 19 April 2026, Berangkat Sejak Subuh
- Internet Tak Sekadar Hadir, Harus Dipakai di Sekolah dan Puskesmas
- OTT Kepala Daerah Terus Bertambah, Motifnya Tak Melulu Biaya Politik
Advertisement
Advertisement




