Venezuela Konfirmasi 3 Kematian akibat Hantavirus di Anzoategui
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Ilustrasi Perumahan. / Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pembangunan 324 hunian sementara (huntara) di kawasan Senen, Jakarta, terus dikebut dan ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026 sebagai solusi cepat penyediaan tempat tinggal layak bagi warga.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyebut progres pembangunan bahkan melampaui ekspektasi. Ia menegaskan huntara ini menjadi langkah awal sebelum penataan hunian permanen dilakukan di kawasan tersebut.
“Hunian ini kami siapkan agar masyarakat bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan tertata,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Pembangunan huntara melibatkan sejumlah BUMN karya seperti Hutama Karya, Wijaya Karya, dan PP (Persero). Pemerintah mengapresiasi kecepatan pengerjaan yang dinilai sangat signifikan dalam waktu singkat.
Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuni. Fasilitas di dalamnya meliputi dua tempat tidur, lemari, dan kipas angin. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi sarana pendukung seperti tempat makan, WC, dapur umum, musala, serta ruang terbuka hijau.
Ara menambahkan, pembangunan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan hunian rakyat secara cepat dan tepat sasaran.
Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Muhammad Rizal Pahlevi yang menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung program penyediaan hunian bagi masyarakat.
Keberadaan huntara di Senen diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mendorong penataan kawasan perkotaan yang lebih tertib, aman, dan manusiawi.
Secara umum, penyediaan Hunian Sementara (Huntara) memiliki manfaat strategis sebagai instrumen kemanusiaan yang melampaui fungsi sekadar tempat berteduh darurat.
Manfaat utamanya terletak pada pemulihan martabat dan privasi warga, di mana setiap keluarga mendapatkan ruang pribadi yang lebih aman dan layak dibandingkan tenda pengungsian massal, sehingga membantu proses pemulihan psikologis pascatrauma.
Selain itu, Huntara berfungsi sebagai jembatan menuju stabilitas ekonomi karena lokasinya yang tetap memungkinkan warga merencanakan kembali aktivitas kerja mereka, serta menjamin standar kesehatan yang lebih baik melalui penyediaan sanitasi, air bersih, dan sirkulasi udara yang memadai untuk mencegah penyebaran penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.