KAMPUS JOGJA : Pasar Modal Masuk UPY

Frederica Widyasari Dewi (kedua dari kiri), Bukhori (ketiga dari kiri) dan Jefry Hendri (keempat dari kiri) menunjukkan surat kerjasama galeri investasi yang telah ditandatangani di ruang auditorium UPY, Kamis (15/1/2015). (JIBI/Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati)
16 Januari 2015 19:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Kampus Jogja, UPY pada Kamis (15/1/2015) meresmikan galeri investasi.

Harianjogja.com, JOGJA-Dalam rangka pengembangan pasar modal di lingkungan universitas, Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bekerja sama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Phintraco Securities meresmikan galeri investasi. Galeri yang berlokasi di perpustakaan UPY itu menyediakan fasilitas jual beli saham yang dapat diakses secara online.

Belasan unit komputer yang tersedia telah dilengkapi dengan aplikasi perdagangan online bernama Profits. Aplikasi juga dapat diakses mahasiswa melalui android sehingga perdagangan saham dapat dikakukan kapan pun dan di manapun. Hanya dengan modal Rp100.000, mahasiswa sudah dapat menanamkan sahamnya.

Direktur Utama PT Phintraco Securities, Jefry Hendri mengatakan bahwa dengan aplikasi Profits, mahasiswa langsung dapat mengetahui kondisi saham di lantai bursa Indonesia.

"Kerja sama sudah yang ke-24 dengan universitas di Indonesia. Hal ini merupakan wujud tanggung jawab kami untuk turut memasarkan pasar model kita. Generasi muda harus belajar tentang pasar modal yang ke depan masih akan berkembang luar biasa," kata Jefry, Kamis (15/1/2015).

Melalui kerjasama itu pihaknya berharap agar galeri investasi tidak hanya bermanfaat bagi UPY dan juga BEI tapi juga masyarakat sekitar.

Sementara itu Frederica Widyasari Dewi selaku Direktur BEI mengatakan, pasar modal masih membutuhkan tenaga profesional dalam perdagangan saham. Mereka perlu melengkapi diri dengan sertifikat seperti sertifikat perantara pedagang efek.

"Sejalan dengan moto UPY yakni gerbang kompetisi masa depan, pasar modal melalui BEI bisa memfasilitasi. Program ini tanpa biaya karena BEI adalah usaha nonprofit," jelas dia.

Dewi, panggilannya, mengajak agar civitas akademika membentuk kelompok pasar modal yang bertugas mendiskusikan seputar pasar modal. Mengingat saat ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia berada lebih tinggi dibandingkan Thailand dan Filipina, mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan perdagangan saham.

"Ekonomi suatu negara akan maju jika capital marketnya juga akan berkembang," tandasnya.

Ia menyebutkan bahwa saat ini telah ada 117 galeri investasi di Indonesia, termasuk Papua. "Jangan sampai kalah dengan Papua karena kami akan mengadakan kompetisi. Akan ada juga olimpiade pasar modal nasional untuk SMA," tegasnya.

Rektor UPY, Bukhori menyambut baik kerja sama itu. "Di antara galeri investasi yang sudah berdiri, yang pembukaan galeri pertama ditanda tangani oleh keduanya, BEI dan Phitraco, baru di tempat ini," katanya.