Hanya Desil 1-4 yang Bisa Terima Bansos Agustus 2026, Cek Datanya
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Sampah di pintu air Manggarai. /Ist-Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Unit Pelaksana Kerja (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengaku sudah kerahkan 15 unit truk untuk mengangkut sampah yang menumpuk di pintu air Manggarai. Sampah disebut sudah menumpuk sejak dua hari lalu, Rabu (24/4/2019).
Dikutip dari Suara.com di pintu air manggarai, sampah terlihat menumpuk. Dua alat berat seperti ekskavator dan beberapa unit petugas UPK badan air ikut membersihkan sampah yang menumpuk itu.
Kebanyakan sampah berjenis kayu seperti bambu dan plastik. Bahkan terlihat juga kasur dan peralatan rumah tangga lainnya terbawa arus air di pintu air Manggarai. Meskipun sampah menumpuk, air masih bisa mengalir deras.
Sampah yang diangkut ekskavator ditumpuk meninggi sampai dua smpai tiga meter. Truk kebersihan terus diisi sampah yang menumpuk itu untuk dipindahkan ke tempat pembuangan.
Menurut Ketua UPK Badan Air DLH Provinsi DKI Jakarta, Yayat Supriantna, sejak dua hari lalu sampai kemarin malam, sampah yang diangkut mencapai 123 rit atau setara kapasitas satu dump truk. Untuk hari ini, Jumat (26/4/2019), sampai pukul 10.30 WIB pihaknya mengaku sudah mengangkut 20 rit sampah.
"Kemarin 123 rit atau truk, ini sampai sekarang sudah 19 truk. Ini sampah baru sampai jam 6 pagi tadi," ujar Yayat di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019).
Yayat mengaku untuk hari Jumat volume sampah yang datang justru bertambah. Menurut Yayat sampah-sampah itu merupakan kiriman dari wilayah Bogor dan Depok.
Meskipun volume sampah meningkat, justru volume air disebut Yayat sudah menurun. Sampai Kamis malam, ia menyebut status di pintu air Manggarai sudah mencapai siaga satu. Namun pada Jumat pagi, status sudah menurun menjadi siaga empat.
Menurut Yayat status ketinggian air saat ini masih naik-turun jadi belum bisa dipastikan. Namun Yayat mengaku tidak mempedulikan status dan hanya fokus mengangkut sampah hingga bersih.
"Kalau tadi kami monitor air dari Katulampa sudah mulai menurun, jadi sifatnya ini fluktuatif. Tapi kondisi air ini seperti ini, sampahnya banyak, kita gak melihat statusnya yg penting petugas all out," kata Yayat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest