Data Terbaru, Banjir Nepal-China Tewaskan 919 Orang, Hampir 4.800 Hilang

Newswire
Newswire Senin, 31 Agustus 2026 18:17 WIB
Data Terbaru, Banjir Nepal-China Tewaskan 919 Orang, Hampir 4.800 Hilang

Salah satu wilayah Nepal yang diterjang banjir bandang. ANTARA/Anadolu/py.\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Banjir bandang dan longsoran lumpur yang menerjang wilayah perbatasan Nepal-China telah menewaskan sedikitnya 919 orang. Enam hari setelah bencana terjadi, sebanyak 4.793 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 853 warga asing.

Di Nepal, Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanganan Bencana mencatat 903 kematian telah dikonfirmasi. Sementara itu, sebanyak 4.247 orang, termasuk 592 warga asing, masih dalam daftar orang hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih dilakukan di berbagai wilayah terdampak. Pihak berwenang juga berupaya menjangkau para pekerja yang terjebak di sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air.

Ratusan Pekerja Pembangkit Listrik Masih Hilang

Daftar orang hilang di sisi Nepal mencakup sejumlah personel dari berbagai lembaga negara. Mereka antara lain 25 personel polisi Nepal, 45 personel tentara Nepal, 13 personel Pasukan Polisi Bersenjata Nepal, 14 personel Kantor Bea Cukai Nepal, dan tiga personel Kantor Imigrasi Nepal.

Selain itu, terdapat 933 personel yang bertugas di berbagai stasiun pembangkit listrik tenaga air di Nepal yang juga masuk dalam daftar orang hilang.

Sebanyak 127 wisatawan Nepal turut tercatat sebagai orang hilang.

16 Orang Tewas di Sisi China

Di wilayah China, sebanyak 16 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia. Sementara itu, 546 orang lainnya masih dinyatakan hilang di Kabupaten Gyirong, Provinsi Otonomi Xizang (Tibet), China bagian barat daya.

Menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua, dari jumlah orang yang hilang tersebut terdapat 261 warga negara asing.

Jika data korban dari kedua negara digabungkan, jumlah korban meninggal dunia mencapai 919 orang, sedangkan total orang yang masih hilang mencapai 4.793 orang, termasuk 853 warga asing.

China mengerahkan lebih dari 2.100 personel untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan. Operasi tersebut juga melibatkan ratusan kendaraan dan ribuan peralatan penyelamatan.

Gletser Retak Picu Bencana

Bencana banjir bandang tersebut terjadi pada Rabu (26/8). Peristiwa bermula ketika sebuah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian sekitar 5.200 meter.

Retakan tersebut memicu longsoran es dan batu. Material itu kemudian berkembang menjadi aliran puing besar yang menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan Nepal dan China.

Gelombang besar air yang disertai longsoran lumpur menghancurkan sejumlah wilayah di Nepal, yakni Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, dan Lembah Kathmandu.

Di sisi China, material bencana juga menimbun wilayah perbatasan Gyirong.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online