91 Warga Malaysia Hilang Kontak, Tim SMART Dikirim ke Nepal

Newswire
Newswire Minggu, 30 Agustus 2026 15:27 WIB
91 Warga Malaysia Hilang Kontak, Tim SMART Dikirim ke Nepal

Salah satu wilayah Nepal yang diterjang banjir bandang. ANTARA/Anadolu/py.\r\n

Harianjogja.com, KUALA LUMPUR—Pemerintah Malaysia mengerahkan Tim Pencarian dan Penyelamatan Khusus Malaysia (SMART) untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang di perbatasan Nepal dan China. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan persiapan bantuan senilai 1 juta dolar AS untuk Nepal.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan dirinya telah memerintahkan jajaran pemerintah Malaysia berkoordinasi dengan Pemerintah Nepal agar tim tersebut dapat dikerahkan sesegera mungkin.

Pernyataan itu disampaikan Anwar di Kuala Lumpur, Minggu (30/8/2026).

"Tim SMART juga diberi amanah untuk mendeteksi dan membawa pulang warga Malaysia yang terdampak, selain membantu Kedutaan Besar Malaysia di Nepal mengoordinasikan bantuan serta memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka," kata Anwar Ibrahim.

Selain mengirim tim penyelamat, Malaysia juga akan menyalurkan bantuan senilai 1 juta dolar AS kepada Nepal. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu para korban terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

Nepal Buka Kembali Bantuan Internasional

Pemerintah Nepal sebelumnya membatalkan keputusan untuk menolak bantuan dari negara lain dalam operasi penyelamatan pascabanjir bandang. Bencana tersebut menewaskan ratusan korban jiwa.

Keputusan Nepal untuk membuka bantuan dari negara lain dilakukan di tengah "tekanan" dari negara-negara lain.

Menurut data otoritas Nepal, ratusan orang tewas dan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang setelah banjir bandang tersebut.

91 Warga Malaysia Hilang Kontak

Di tengah operasi penanganan bencana, Malaysia juga menghadapi persoalan terkait warga negaranya yang terdampak. Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) sebelumnya mengonfirmasi sedikitnya 91 warga negara Malaysia tidak dapat dihubungi atau hilang kontak.

Data tersebut tercatat hingga Sabtu pukul 20.00 waktu Malaysia. Dari 91 warga tersebut, sebanyak 55 orang hilang kontak di Nepal, sedangkan 36 lainnya berada di China.

Wisma Putra menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang di China dan Nepal. Pemerintah Malaysia juga melakukan verifikasi silang informasi dari kedua negara untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya duplikasi dalam laporan yang diterima.

Kemlu Malaysia meminta media dan masyarakat menggunakan angka resmi yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pemberitaan mengenai warga negara Malaysia yang terdampak situasi di Nepal dan China.

Data tersebut akan terus diperbarui apabila komunikasi berhasil dilakukan dengan warga negara Malaysia yang masih belum dapat dihubungi. Pembaruan juga dilakukan ketika informasi tambahan diterima dari pihak berwenang dan anggota keluarga.

Perkembangan Disampaikan kepada Keluarga

Otoritas Malaysia menegaskan bahwa perkembangan mengenai kasus individu disampaikan secara langsung kepada keluarga terdekat yang telah terverifikasi. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari prosedur konsuler yang telah ditetapkan.

Pejabat konsuler Malaysia telah menghubungi keluarga terdekat yang telah teridentifikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Mereka menyampaikan perkembangan terkini mengenai kondisi warga Malaysia yang terdampak bencana tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online