Pesawat Garuda GA604 Pecah Ban, Mendarat Darurat di Makassar
Ban pesawat Garuda GA604 pecah setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta. Pesawat mendarat selamat di Makassar dan menjalani pemeriksaan.
Kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Antara/Yudi Manar
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut) mulai dilaksanakan September 2026. Kepastian tersebut disampaikan saat Gibran meninjau hunian sementara (huntara) Desa Napa, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (4/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran sekaligus menyampaikan permohonan maaf dan mendengarkan langsung keluhan warga yang masih menempati huntara. Mereka merupakan warga terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumut pada akhir November 2025.
"Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan huntap sehingga semua bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman," ujar Gibran dalam keterangan diterima Jakarta.
Warga Masih Menunggu Hunian Tetap
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemulihan pascabencana di Sumut berjalan optimal. Pemerintah juga ingin mengetahui berbagai kendala yang masih dihadapi masyarakat selama masa transisi dari kondisi pascabencana menuju kehidupan yang lebih normal.
Gibran menilai kebutuhan hunian harus segera dituntaskan, terutama bagi warga yang hingga kini masih tinggal di huntara. Menurutnya, penyediaan huntap bukan hanya berkaitan dengan pembangunan rumah secara fisik.
Hunian yang diberikan pemerintah juga harus menjamin keamanan warga serta didukung fasilitas dasar yang dapat berfungsi dengan baik. Kepastian tempat tinggal dinilai penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan secara layak.
"Rumah bukan hanya soal bangunan. Kita harus memastikan warga tinggal dengan aman, fasilitas dasarnya berfungsi, memiliki kepastian tempat tinggal, dan bisa kembali menjalankan kehidupan dengan baik," kata Gibran.
Huntap Mulai Dibangun Bulan Ini
Wapres juga menekankan setiap keluhan dan kendala yang ditemukan selama peninjauan lapangan perlu segera ditindaklanjuti. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar persoalan yang dihadapi warga dapat diselesaikan sesuai kebutuhan.
Pembangunan huntap bagi warga yang masih menunggu akan mulai dilaksanakan bulan ini. Gibran meminta seluruh proses tersebut dikawal bersama agar pembangunan dapat segera berjalan.
Dengan dimulainya pembangunan huntap, warga diharapkan memperoleh hunian yang lebih layak dan aman sekaligus mendapatkan kepastian tempat tinggal untuk menjalani kehidupan ke depan.
Warga Ingin Kembali Jalani Kehidupan Seperti Sebelum Bencana
Salah seorang penghuni huntara Desa Napa, Eti, mengaku bersyukur telah memperoleh tempat tinggal sementara. Sebelumnya, ia dan keluarganya harus mengontrak rumah.
Namun, kehidupan di huntara membuat aktivitas dan mata pencaharian keluarganya belum dapat kembali seperti sebelum bencana. Sebelum banjir, Eti bekerja sebagai buruh sawah, sedangkan suaminya bekerja sebagai sopir angkutan umum.
"Lebih enak di kampung. Kalau waktu di kampung siap mandi, siap nyuci semua, pergi ke ladang, ke sawah. Jadi, sekarang enggak ada apa-apa lagi (pekerjaan)," ungkap Eti.
Meski menghadapi kondisi tersebut, Eti tetap menyampaikan rasa syukur karena pemerintah telah menyediakan huntara bagi keluarganya. Ia berharap pembangunan huntap dapat segera direalisasikan.
Harapan tersebut muncul agar warga tidak perlu terlalu lama tinggal di huntara dan dapat kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dengan kondisi yang lebih layak.
Tiga Lokasi Hunian Ditinjau
Dalam rangkaian kegiatan kali ini, Wapres meninjau tiga lokasi hunian bagi warga terdampak bencana di Sumut. Lokasi tersebut meliputi Huntap Aek Parombunan di Kota Sibolga, Huntap Desa Hapesong Baru di Kabupaten Tapanuli Selatan, serta Huntara Desa Napa di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kunjungan Gibran menjadi bagian dari upaya memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal, terutama dalam memenuhi kebutuhan hunian warga yang masih berada dalam masa transisi.
Dengan pembangunan huntap yang mulai dilaksanakan September 2026, pemerintah menargetkan warga terdampak memperoleh tempat tinggal yang lebih aman, layak, dan memberikan kepastian bagi kehidupan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ban pesawat Garuda GA604 pecah setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta. Pesawat mendarat selamat di Makassar dan menjalani pemeriksaan.
Polisi menyelidiki penembakan tiga kendaraan konvoi Freeport di Mile Point 60. Tak ada korban jiwa, enam serpihan logam ditemukan.
Desil Timbul tukang becak di Kulonprogo akhirnya berubah dari 9 menjadi 3, tetapi anaknya masih kesulitan mengakses KIP Kuliah.
Bali United menang 2-1 atas PSS Sleman pada laga perdana BRI Super League 2026-2027. Dua gol tuan rumah dianulir VAR.
Cagar budaya nasional 2026 ditarget 1.750 objek. Hingga Agustus, 1.172 objek telah direkomendasikan untuk ditetapkan.
Harga Pertamax diproyeksikan sulit turun hingga akhir 2026. Ekonom memperkirakan harga bisa turun sekitar Rp1.500 per liter.