Sound Horeg Makin Populer, Ini Polemik dan Aturan Penggunaannya
Sound horeg berkembang sebagai hiburan rakyat, tetapi juga memicu polemik keselamatan, kebisingan, dan pengawasan di lapangan.
Aktivitas Gunung Semeru terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jumat (28/8/2026). ANTARA/HO-PVMBG\r\n
Harianjogja.com, LUMAJANG—Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi pada Minggu pagi. Letusan yang terjadi pukul 05.55 WIB itu menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1.300 meter di atas puncak Mahameru atau mencapai 4.976 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.55 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati sekitar 1.300 meter di atas puncak atau 4.976 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kolom abu erupsi Gunung Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Arah pergerakannya condong ke timur laut.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara sekitar 2 menit 20 detik. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.
"Erupsi tersebut masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," tuturnya.
Semeru Erupsi Empat Kali pada Minggu
Aktivitas Gunung Semeru pada Minggu tidak hanya terjadi pada pukul 05.55 WIB. Berdasarkan catatan petugas, gunung api tersebut mengalami empat kali erupsi sejak pukul 00.21 WIB hingga 6.22 WIB.
Tinggi letusan yang teramati dalam rangkaian erupsi tersebut berkisar antara 500 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak.
Di tengah aktivitas tersebut, Gunung Semeru saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga. Petugas juga telah menetapkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat untuk menghindari kawasan yang berpotensi terdampak erupsi.
Liswanto menjelaskan masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Warga Diminta Menjauh dari Kawasan Rawan
Selain kawasan Besuk Kobokan, masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.
Rekomendasi tersebut berlaku di tengah status Gunung Semeru yang masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta memperhatikan kawasan sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru karena menjadi jalur yang berpotensi terdampak awan panas, guguran lava, maupun lahar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sound horeg berkembang sebagai hiburan rakyat, tetapi juga memicu polemik keselamatan, kebisingan, dan pengawasan di lapangan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.