Buruan Sejak 2024, Anggota KKB Ditangkap di Kabupaten Puncak
Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap PW, DPO kasus pembakaran fasilitas PT Unggul di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 2021.
Truk terendam banjir yang terjadi di Nepal./istimewa-RRI.co.id
Harianjogja.com, JAKARTA—Kemunculan ikan berukuran besar secara tiba-tiba di wilayah Bihar, India, setelah banjir bandang dahsyat menerjang Nepal membuat pemerintah setempat mengeluarkan peringatan khusus. Warga diminta tidak mengambil, menjual, apalagi mengonsumsi ikan yang belum diketahui keamanannya tersebut.
Pemerintah Bihar meminta masyarakat menunggu konfirmasi dari departemen terkait sebelum menganggap ikan-ikan yang muncul pascabanjir itu aman dikonsumsi. Peringatan tersebut berlaku hingga ada jaminan mengenai keamanan ikan misterius yang tersebar di sejumlah wilayah.
Melansir The Times of India, banjir Nepal telah memasuki sistem Sungai Gandak dan menyebabkan air menerjang wilayah West Champaran dan Gopalganj.
Departemen terkait menjelaskan ikan dapat tersapu dari kolam, sungai, maupun badan air lainnya ketika banjir. Ikan tersebut kemudian bisa terbawa hingga jarak yang cukup jauh dari habitat asalnya.
Berisiko Terpapar Polutan
Perjalanan ikan bersama arus banjir juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ikan ketika ditemukan masyarakat. Selama terbawa banjir, ikan-ikan tersebut mungkin bersentuhan dengan saluran pembuangan yang terkontaminasi, bangkai hewan, serta berbagai polutan lainnya.
Kondisi itu meningkatkan risiko kontaminasi oleh bakteri, virus, dan jamur.
“Jangan mengonsumsi ikan yang tidak dikenal atau tampak aneh. Hingga konfirmasi dari departemen terkait, ikan yang tidak dikenal tidak boleh dianggap layak untuk dikonsumsi,” demikian bunyi imbauan tersebut dikutip pada Jumat (4/9).
Pemerintah juga meminta warga segera mencari pertolongan medis apabila mengalami muntah, diare, sakit perut, pusing, atau kesulitan bernapas setelah mengonsumsi ikan tersebut.
Diduga Ikan Lele Goonch
Direktur Wildlife Trust of India Sameer Kumar Sinha mengatakan sebagian besar ikan yang hanyut ke Sungai Gandak di Bihar setelah banjir Nepal diyakini merupakan Bagarius bagarius.
Ikan tersebut biasa dikenal sebagai ikan lele goonch dan secara lokal disebut “Gochita”.
Ikan lele air tawar berukuran besar tersebut biasanya ditemukan di sungai-sungai berarus deras di India, Nepal, dan sebagian wilayah Asia Tenggara.
Menurut Sinha, spesies tersebut merupakan ikan karnivora yang memakan ikan-ikan kecil, kepiting, serta organisme air lainnya. Ikan ini juga diketahui kerap bersembunyi di antara bebatuan di perairan dalam dengan arus yang kuat.
Sinha mengatakan masyarakat setempat sebenarnya dapat mengonsumsi ikan tersebut. Namun, ikan ini cepat membusuk setelah mati sehingga dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila dimakan dalam kondisi sudah membusuk.
Karena itu, Sinha mendesak masyarakat mengikuti anjuran pemerintah Bihar dan tetap berhati-hati terhadap ikan yang muncul setelah banjir.
Di sisi lain, spesies Bagarius bagarius tersebut terdaftar oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) sebagai spesies yang terancam punah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap PW, DPO kasus pembakaran fasilitas PT Unggul di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 2021.
Cek harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian Selasa, 20 Oktober 2026, lengkap dengan daftar harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Apple menggelar Pro and Tell pada 28 Oktober 2026. MacBook Pro layar sentuh OLED dan iPad mini OLED dirumorkan meluncur.
Manchester City menghadapi proses banding kasus finansial. Simak kabar usulan pengurangan 80 poin, denda 100 juta pound, dan status sanksi resminya.
Dewa United vs Persijap Jepara berlangsung Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB. Simak jadwal siaran langsung dan kondisi kedua tim.
Bensin menipis saat berkendara? Manfaatkan Google Maps, Waze, dan layanan Pertamina untuk mencari SPBU serta mengantisipasi kondisi darurat.