Batas Bebas Pajak UMKM Rp500 Juta Bisa Diubah, Ini Kata Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang mengubah batas omzet bebas pajak UMKM Rp500 juta sesuai kondisi ekonomi dan kebutuhan.
Truk terendam banjir yang terjadi di Nepal./istimewa-RRI.co.id
Harianjogja.com, JAKARTA—Kemunculan ikan berukuran besar secara tiba-tiba di wilayah Bihar, India, setelah banjir bandang dahsyat menerjang Nepal membuat pemerintah setempat mengeluarkan peringatan khusus. Warga diminta tidak mengambil, menjual, apalagi mengonsumsi ikan yang belum diketahui keamanannya tersebut.
Pemerintah Bihar meminta masyarakat menunggu konfirmasi dari departemen terkait sebelum menganggap ikan-ikan yang muncul pascabanjir itu aman dikonsumsi. Peringatan tersebut berlaku hingga ada jaminan mengenai keamanan ikan misterius yang tersebar di sejumlah wilayah.
Melansir The Times of India, banjir Nepal telah memasuki sistem Sungai Gandak dan menyebabkan air menerjang wilayah West Champaran dan Gopalganj.
Departemen terkait menjelaskan ikan dapat tersapu dari kolam, sungai, maupun badan air lainnya ketika banjir. Ikan tersebut kemudian bisa terbawa hingga jarak yang cukup jauh dari habitat asalnya.
Berisiko Terpapar Polutan
Perjalanan ikan bersama arus banjir juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ikan ketika ditemukan masyarakat. Selama terbawa banjir, ikan-ikan tersebut mungkin bersentuhan dengan saluran pembuangan yang terkontaminasi, bangkai hewan, serta berbagai polutan lainnya.
Kondisi itu meningkatkan risiko kontaminasi oleh bakteri, virus, dan jamur.
“Jangan mengonsumsi ikan yang tidak dikenal atau tampak aneh. Hingga konfirmasi dari departemen terkait, ikan yang tidak dikenal tidak boleh dianggap layak untuk dikonsumsi,” demikian bunyi imbauan tersebut dikutip pada Jumat (4/9).
Pemerintah juga meminta warga segera mencari pertolongan medis apabila mengalami muntah, diare, sakit perut, pusing, atau kesulitan bernapas setelah mengonsumsi ikan tersebut.
Diduga Ikan Lele Goonch
Direktur Wildlife Trust of India Sameer Kumar Sinha mengatakan sebagian besar ikan yang hanyut ke Sungai Gandak di Bihar setelah banjir Nepal diyakini merupakan Bagarius bagarius.
Ikan tersebut biasa dikenal sebagai ikan lele goonch dan secara lokal disebut “Gochita”.
Ikan lele air tawar berukuran besar tersebut biasanya ditemukan di sungai-sungai berarus deras di India, Nepal, dan sebagian wilayah Asia Tenggara.
Menurut Sinha, spesies tersebut merupakan ikan karnivora yang memakan ikan-ikan kecil, kepiting, serta organisme air lainnya. Ikan ini juga diketahui kerap bersembunyi di antara bebatuan di perairan dalam dengan arus yang kuat.
Sinha mengatakan masyarakat setempat sebenarnya dapat mengonsumsi ikan tersebut. Namun, ikan ini cepat membusuk setelah mati sehingga dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila dimakan dalam kondisi sudah membusuk.
Karena itu, Sinha mendesak masyarakat mengikuti anjuran pemerintah Bihar dan tetap berhati-hati terhadap ikan yang muncul setelah banjir.
Di sisi lain, spesies Bagarius bagarius tersebut terdaftar oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) sebagai spesies yang terancam punah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang mengubah batas omzet bebas pajak UMKM Rp500 juta sesuai kondisi ekonomi dan kebutuhan.
18 wakil suporter Super League 2026/2027 mendeklarasikan komitmen menjaga keamanan, sportivitas, dan menolak anarkisme serta SARA.
Beras premium langka di ritel modern bukan karena stok kosong. Harga beli distributor di atas HET membuat peritel enggan menyetok.
Kejagung menyita aset tersangka korupsi MBG senilai Rp8,43 miliar, termasuk Rolex, mobil mewah, perhiasan, dan uang tunai.
Bulog Magelang menyalurkan 21.884,5 ton beras kepada 729.485 PBP untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
RUPSLB BTN menyepakati pergantian lima direksi untuk regenerasi dan memperkuat strategi beyond mortgage.