Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, BANTEN--Dua awak kapal di perairan Banten tewas setelah menghirup gas beracun di Kapal Green World Panama, Jumat (1/2/2019) pukul 05.00 WIB.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Banten AKP Zamrul membenarkan peristiwa tersebut. Dua awak kapal saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Kejadiannya subuh tadi sekitar pukul 05.00 WIB. Diduga menghirup gas beracun,” ujarnya dikonfirmasi wartawan, Jumat (1/2/2019).
Kapal Green World baru saja sandar pagi tadi. Kapal tersebut membawa kayu bahan kertas. Kapal Green World merupakan kapal berbendera Panama.
“Kapal baru nyandar, mereka ngebuka palka yang berisi kayu bahan kertas. Nah uap dari kayu itu kehirup sama orang itu. Dugaan sementara akibat gas itu kehirup,” paparnya.
Dikatakan bahwa kasus tewasnya dua awak kapal tersebut saat ini sudah ditangani Polres Cilegon.
“Olah TKP ditangani Polres Cilegon. Kita hanya penanganan awal. Dua awak kapal yang meninggal warga negara Myanmar,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.