Data Pemerintah Terhubung, Meutya Hafid: Perlinsos Harus Tepat Sasaran
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, BANTEN--Dua awak kapal di perairan Banten tewas setelah menghirup gas beracun di Kapal Green World Panama, Jumat (1/2/2019) pukul 05.00 WIB.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Banten AKP Zamrul membenarkan peristiwa tersebut. Dua awak kapal saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Kejadiannya subuh tadi sekitar pukul 05.00 WIB. Diduga menghirup gas beracun,” ujarnya dikonfirmasi wartawan, Jumat (1/2/2019).
Kapal Green World baru saja sandar pagi tadi. Kapal tersebut membawa kayu bahan kertas. Kapal Green World merupakan kapal berbendera Panama.
“Kapal baru nyandar, mereka ngebuka palka yang berisi kayu bahan kertas. Nah uap dari kayu itu kehirup sama orang itu. Dugaan sementara akibat gas itu kehirup,” paparnya.
Dikatakan bahwa kasus tewasnya dua awak kapal tersebut saat ini sudah ditangani Polres Cilegon.
“Olah TKP ditangani Polres Cilegon. Kita hanya penanganan awal. Dua awak kapal yang meninggal warga negara Myanmar,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.