Resmikan Museum Marsinah, Prabowo: Buruh Harus Dilindungi!

Newswire
Newswire Sabtu, 16 Mei 2026 12:47 WIB
Resmikan Museum Marsinah, Prabowo: Buruh Harus Dilindungi!

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menandatangani prasasti Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah dalam peresmian museum tersebut di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden)

Harianjogja.com, NGANJUK-Presiden Prabowo Subianto menyoroti kembali kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah yang terjadi pada masa lalu. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak semestinya terjadi jika nilai-nilai dasar negara benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi kuat berupa Pancasila yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan persatuan di tengah keberagaman.

“Sesungguhnya, peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila, itu adalah kecemerlangan pendiri bangsa kita,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa Pancasila dan UUD 1945 secara jelas menempatkan keadilan sosial sebagai prinsip utama dalam sistem bernegara. Negara, kata Prabowo, memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Presiden juga menyinggung Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan bahwa perekonomian nasional harus disusun berdasarkan asas kekeluargaan, di mana kelompok yang kuat memiliki kewajiban membantu yang lemah.

Menurutnya, kelompok buruh, petani, nelayan, aparat negara, hingga TNI dan Polri merupakan bagian dari rakyat yang harus mendapatkan perlindungan negara secara adil.

Prabowo menekankan bahwa para pemimpin, politisi, hingga birokrat sejatinya hanya menerima mandat dari rakyat untuk menjalankan amanah pemerintahan.

Ia menyampaikan rasa syukur karena peristiwa yang menimpa Marsinah terjadi di masa lalu dan harus dijadikan pelajaran penting untuk memperbaiki sistem sosial dan ketatanegaraan Indonesia ke depan.

“Apalagi aparat, apalagi tentara dan polisi. Aparat, tentara, polisi anak bangsa diseleksi, dibiayai, digaji oleh rakyat, diberi makan oleh rakyat, dibeli sepatu oleh rakyat, dibeli topi oleh rakyat, dibeli pangkat oleh rakyat. Karena itu sebenarnya kalau dasar bernegara ini dipikirkan dan diresapi, tidak perlu (terjadi). Dan Alhamdulillah ini terjadi di masa lalu, kita perbaiki,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan rasa hormatnya atas penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional setelah mendapat usulan dari organisasi buruh.

Selain itu, ia turut menyinggung sebagian pelaku usaha yang dinilai lebih mengutamakan keuntungan tanpa memperhatikan aspek kemanusiaan. Menurutnya, hal tersebut tidak sejalan dengan prinsip dasar negara Indonesia.

Prabowo kemudian mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun konsep Indonesia Incorporated, yakni semangat kebersamaan dalam mengelola kekayaan negara secara adil bagi seluruh rakyat.

“Indonesia Incorporated sebetulnya artinya adalah negara kekeluargaan jadi semua bangsa ini satu korporasi semua bangsa ini artinya seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia semua rakyat Indonesia berhak atas kekayaan tersebut dan semua pemimpin bertanggung jawab di setiap lapisan untuk memperjuangkan ini dengan semua kekuatan dan keberanian yang ada pada dirinya,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online