Data Pemerintah Terhubung, Meutya Hafid: Perlinsos Harus Tepat Sasaran
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Ilustrasi cuaca ekstrem/Instagram @adalahkabbandung via Antara
Harianjogja.com, SURIAH--Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) mencatat, sepanjang delapan pekan terakhir, setidaknya ada 29 anak-anak dan bayi baru lahir meninggal di sebuah kamp penuh sesak di timur laut Suriah. Penyebab utamanya adalah hipotermia.
WHO meminta akses bebas hambatan ke kamp al-Hol, dengan mengatakan situasi di kamp tersebut "kritis" untuk 33.000 orang yang hidup dalam kondisi sangat ekstrem pada musim dingin tanpa tenda, selimut ataupun penghangat lainnya. Banyak yang berjalan selama beberapa hari setelah meninggalkan kekerasan di Deir al-Zor.
"Banyak pendatang baru yang menderita kekurangan gizi dan kelelahan setelah bertahun-tahun hidup dalam kemiskinan di bawah kendali Negara Islam Irak dan Levant [ISIL]. Akses kemanusiaan ke kamp dan jalan-jalan di sekitarnya terhambat oleh masalah birokrasi dan keamanan," kata WHO dalam satu pernyataan seperti dilansir dari Reuters.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.