Prabowo Ultimatum TNI-Polri: Jangan Jadi Backing Judi hingga Narkoba

Newswire
Newswire Sabtu, 16 Mei 2026 14:37 WIB
Prabowo Ultimatum TNI-Polri: Jangan Jadi Backing Judi hingga Narkoba

Presiden Prabowo Subianto (kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Antara/Galih Pradipta

Harianjogja.com, NGANJUK — Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada jajaran aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar tidak terlibat, apalagi melindungi berbagai aktivitas ilegal di Tanah Air.

Dalam peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Presiden menegaskan bahwa aparat negara harus menjadi garda terdepan dalam menegakkan hukum, bukan justru menjadi pelindung praktik pelanggaran.

“Saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran. Tidak boleh backing macam-macam,” tegas Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan secara daring, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Kepala Negara, seluruh aparat TNI dan Polri digaji oleh rakyat, sehingga sudah seharusnya bekerja sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi praktik aparat yang terlibat dalam penyelundupan, narkoba, perjudian, maupun bentuk kejahatan lainnya.

Prabowo bahkan meminta pimpinan institusi, mulai dari Panglima TNI hingga Kapolri, untuk memastikan jajarannya melakukan pembenahan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya keberanian dalam melakukan evaluasi internal demi membersihkan institusi dari oknum yang menyimpang.

“Seluruh aparat harus memperbaiki diri, membersihkan diri, dan berani koreksi. Jangan sampai justru aparat yang berada di belakang penyelewengan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa TNI harus kembali pada jati dirinya sebagai tentara rakyat, sementara Polri harus menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Ia menilai, arah pembenahan tersebut saat ini mulai dijalankan oleh para pimpinan institusi masing-masing.

Selain penegakan hukum, Prabowo juga menyoroti peran strategis TNI dan Polri dalam mendukung program nasional, termasuk swasembada pangan. Ia mengapresiasi keterlibatan aparat yang turun langsung membantu masyarakat di sektor pertanian.

“Inilah yang saya katakan, TNI adalah tentara rakyat dan polisi harus menjadi polisi rakyat,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti kembali kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah yang terjadi pada masa lalu. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak semestinya terjadi jika nilai-nilai dasar negara benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan terus mendorong reformasi institusi keamanan agar lebih profesional, bersih, dan berpihak pada kepentingan rakyat luas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online