Kemenhub Tegur Keras Asuransi Internasional soal Salvage KM Virgo Transport 8
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Aktivis HAM dan rekan jurnalis Arab Saudi Jamal Khasoggi memegan poster foto Jamal Khasoggi dalam aksi protes di depan Konsulat di Istanbul, Turki. /Reuters
Harianjogja.com, ISTANBUL- Teka-teki pembunuhan jurnalis The Washington Post, Jamal Khashoggi mulai terkuak. Peristiwa mengerikan yang terjadi atas diri jurnalis Saudi yang bermukim di Amerika Serikat (AS) ini lebih jauh diungkap oleh pihak Turki. Demikian dilansir dari Associated Press.
Jaksa penuntut Turki pada Rabu (31/10/2018) mengatakan bahwa Jamal Khashoggi dicekik terlebih dahulu, sebelum dimutilasi dan dibuang jasadnya.
Dari kantor jaksa penuntut utama di Istanbul, Irfan Fidan juga menyatakan bahwa hasil diskusi dengan jaksa kepala Arab Saudi, Saud al-Mojeb tidak menbuahkan "hasil nyata" meskipun pihak Turki melancarkan "upaya baik" dalam mengungkap kebenaran.
Pernyataan peristiwa pencekikan dan mutilasi menjadi konfirmasi publik pertama yang dinyatakan Turki, dan hal ini terjadi atas Jamal Kashoggi (59), kolumnis yang datang memasuki Konsulat Saudi (2/10/2018) untuk mengumpulkan berkas dokumen dalam keperluan menikah dengan tunangannya di Turki.
Dan pernyataan ini muncul setelah Saud al-Mojeb, jaksa kepala Arab Saudi mengakhiri kunjungan tiga hari ke Istanbul untuk mengadakan pembicaraan dengan Irfan Fidan dan pejabat Turki lainnya.
Turki menyatakan akan melakukan ekstradisi 18 tersangka warga Saudi yang ditahan di Arab Saudi atas pembunuhan Jamal Khashoggi. Juga meminta pihak Arab Saudi untuk memberikan informasi mengenai potongan sisa tubuh Jamal Khashoggi yang masih belum ditemukan.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan juga telah meminta pimpinan Arab Saudi di Riyadh untuk segera mengungkapkan identitas kolaborator lokal yang diduga terlibat dalam menghilangkan barang bukti berupa jasad Jamal Khashoggi.
Tidak pernah terlihat keluar lagi dari Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki (2/10/2018), Jamal Kashoggi saat itu ditunggu oleh tunangannya di depan pintu. Lelaki yang menjadi kolumnis media kenamaan AS ini dikabarkan tinggal di Negara Paman Sam karena diasingkan pihak kerajaan Arab Saudi.
Pihak Turki menuduh bahwa satuan tentara pribadi kerajaan Arab Saudi, termasuk anggota pasukan pengamanan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman, sengaja datang ke Istanbul untuk melenyapkan nyawa Jamal Khashoggi. Dan pihak Arab Saudi berusaha menutup-nutupi kejadian sebenarnya.
Berada di bawah tekanan, pihak Arab Saudi mengubah narasinya tentang pembunuhan Jamal Khashoggi beberapa kali. Sampai akhirnya mengakui bahwa jurnalis ini meninggal dalam lingkungan Konsulat Saudi. Hanya baru-baru ini saja mengiyakan tuduhan Turki yang menyatakan bahwa pembunuhan itu direncanakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.
MotoGP Adelaide 2027 terancam batal setelah gugatan lingkungan menghentikan pembangunan sirkuit. 400 pohon berpotensi ditebang, debut pun tidak aman.