Bapemperda DPRD Jogja Targetkan 13 Raperda pada 2027
Bapemperda DPRD Kota Jogja menyiapkan 11 usulan Raperda untuk Propemperda 2027 dan membuka peluang penambahan hingga 13 regulasi.
Ilustrasi garis polisi./www.witf.org
Harianjogja.com, CIREBON- Mabes Polri turun tangan menangani kasus penembakan di jalan Tol Kanci-Pejagan.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya menduga pelaku yang melakukan penembakan kepada dua anggota Polantas di Tol Kanci-Pejagan KM 223-400, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kemarin, berjumlah tiga orang.
"Aiptu Dodon dan Aiptu Widi pada waktu tersebut, mereka sedang melaksanakan patroli dengan gunakan sedan, nomor lambung 91501 di jalan tol, saat di KM 224 mereka melihat 3 orang pemuda sedang duduk di pinggir tol," kata Setyo dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/8/2018).
Setyo menjelaskan, kedua anggota polantas itu langsung mendatangi mereka, lalu salah satu pemuda itu langsung menembak secara brutal kepada Aiptu Dodon dan Aiptu Widi.
"Salah satu dari 3 orang tersebut langsung menembak Aiptu Widi dan sempat dibalas oleh Aiptu Dodon. Selanjutnya 3 orang tersebut lari ke pinggir tol," ujarnya.
Belum diketahui identitas penembak dan motif pelaku. Saat ini Dodon dan Widi berada di IGD RSU Mitra Plumbon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Bapemperda DPRD Kota Jogja menyiapkan 11 usulan Raperda untuk Propemperda 2027 dan membuka peluang penambahan hingga 13 regulasi.
Nusron Wahid menjalani pemeriksaan KPK selama lima jam dan menegaskan perjalanan ke luar negeri telah mendapat persetujuan Kemensetneg.
Mabes Polri memastikan soliditas internal tetap terjaga setelah Listyo Sigit dan dua jenderal ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Demokrat mencatat kemenangan dalam pemilu sela AS 2026 dan berpeluang merebut mayoritas kursi Senat serta DPR dari Partai Republik.
Yusril Ihza Mahendra menyebut kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo mengarah pada indikasi makar dan masih didalami penyidik.