Persis Solo Tumbang 0-2 dari Kendal Tornado FC di Manahan
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Ketua MUI Maruf Amin (kiri) dan CEO Obsession Media Group, Usama Hisyam disela penghargaan Obsession Awards 2018 dan Womens Obsession Awards 2018 di Jakarta, Kamis (22/3/2018). (JIBI/Bisnis/Nurul Hidayat)
Harianjogja.com, JAKARTA- Rumah ibadah dan kantor pemerintahan diimbau tidak jadi tempat kampanye politik.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma\'ruf Amin meminta rumah ibadah dan kantor pemerintahan tidak dijadikan sebagai wadah berpolitik dengan berkampanye maupun meminta dukungan dalam berpolitik praktis.
"Itu yang kita harapkan jangan ada menggunakan tempat ibadah, kantor pemerintahan, pengajian-pengajian dijadikan sebagai forum untuk kampanye atau ringkasannya," kata Ma\'ruf Amin usai menghadiri acara FGD PDI Perjuangan Aktualisasi Nilai-Nilai Kebangsaan untuk Mencegah Penyebarab Paham Radikalisme Pro Kekerasan dan Intoleransi di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Jumat (27/4/2018).
Menurut Ma\'ruf, rumah ibadah kerap dipolitisasi untuk kepentingan politik jangka pendek. Menurut dia, berpolitik di rumah ibadah harus berpolitik yang keagamaan, kenegaraan, dan kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kalau politik keagamaan, politik kebangsaan dan knegaraan itu harus. Kalau politik yang tidak dijiwai agama kan nanti jadi politik tidak santun, dan kemudian money politic," jelasnya.
Ia berharap, semua elemen bangsa dan negara harus berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Selain itu, UUD 1945 juga telah final dalam NKRI.
"Karena itu kita smua bangsa dan umat Islam itu sudah selesai. Kita harus punya komitmen kebangsaan," imbuhnya.
Rais Aam PBNU itu membenarkan bahwa masih ada kelompok-kelompok yang belum berkomitmen tentang kebangsaan yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi. Menurut dia, terdapat kesalahan persepsi dari pemikiran keislaman dan kebangsaan dari kelompok-kelompok tersebut.
"Padahal Islam dan kebangsaan ini sudah diselesaikan. Kedua adanya kelompok yang masih punya paham radikal ingin mengganti dengan kekrasan dan intoleran karena itu kita harus tangani melalui kontraradikalisme dan kemudian deradikalisasi untuk kita satukan pendapat. Kemudian kita membangun keutuhan bangsa ini supaya kita utuh melalui ukuwah," lanjutnya.
Ia berharap, semua elemen bangsa dapat menjaga hubungan antara umat Islam dan hubungan antara persaudaraan antarbangsa Indonesia.
"Yaitu ukuwah Islamiyah, persaudaraan sesama Islam dan wathaniah persaudaraan sesama bangsa. Kalau ini terbangun maka tidak ada lagi konflik, kalau memang berbeda pendapat itu sudah biasa," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
Amnesty International mendesak negara-negara menentang sanksi AS terhadap ICC demi menjaga akuntabilitas dan keadilan internasional.
Presiden ICAO mengapresiasi keselamatan penerbangan Indonesia. Skor audit mencapai 78,85%, di atas rata-rata global 70,6%.
Kejagung mengungkap kerugian negara Rp863,84 miliar dalam dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN yang melibatkan lima tersangka.
Mario Suryo Aji mengevaluasi gaya membalap setelah kecelakaan di Tikungan 1 dan bersiap menghadapi Q1 Moto2 GP Indonesia 2026.