Program PLTS 100 GWp Dimulai, 14 Proyek Berkapasitas 5,3 GWp
AESI menilai PLTS 100 GWp perlu memperkuat ketahanan energi dan inklusi sosial, termasuk memperluas akses listrik bagi desa terpencil.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (tengah) memberikan kartu debit BNI 46 untuk bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial di Jl. Purwomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (23/82017)./Harian Jogja-Gigih M.Hanafi
Harianjogja.com, JAKARTA- Ratusan ribu orang telah dihapus dari daftar Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.
Menteri Sosial, Idrus Mahram mengatakan sampai saat ini sudah ada sebanyak 300.000 lebih warga di seluruh Indonesia yang menyatakan diri keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH).
"Tahun ini ada 300.000 lebih masyarakat yang menyatakan diri keluar dari penerima bantuan PKH, karena mereka sudah mandiri dan mampu," kata Idrus di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (27/4/2018).
Keluarnya warga tersebut kata Idrus, sebagai bentuk suksesnya program yang digulirkan pemerintah, karena para penerima bisa mengolah bantuan tersebut untuk berwirausaha.
Seperti di Tegal Jawa Tengah tercatat ada lebih dari 600 warga yang keluar dan banyak daerah lain yang juga warganya sudah enggan menerima bantuan PKH.
"Kemarin, di Tegal ada 600 lebih masyarakat yang keluar. Di Kuningan kita bisa lihat sendiri dan salah satu itu [Wartinah] yang sudah sukses dengan usaha ciloknya," ujar Idrus.
Idrus menjelaskan masyarakat yang secara sadar keluar dari penerima PKH atau berhasil keluar dari kemiskinan menunjukan peningkatan yang cukup signifikan.
Dan ini diakuinya sangat luar biasa, karena mereka bisa mandiri setelah dibantu oleh pemerintah melalui PKH ini.
Sementara itu salah seorang warga yang sudah keluar dari peserta PKH asal Kabupaten Kuningan, Wartinah (38) mengatakan awalnya memang dia merupakan salah satu penerima bantuan PKH.
Namun dengan berbekal bantuan yang diberikan, dirinya kemudian membuat usaha dengan berjualan cilok, dari modal awal Rp350.000, kini dia bisa menghasilkan omset kotor per hari Rp2,5 juta.
"Alhamdulillah saat ini saya malah mempekerjakan 16 orang dan saya sudah keluar dari PKH," kata Wartini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
AESI menilai PLTS 100 GWp perlu memperkuat ketahanan energi dan inklusi sosial, termasuk memperluas akses listrik bagi desa terpencil.
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
Amnesty International mendesak negara-negara menentang sanksi AS terhadap ICC demi menjaga akuntabilitas dan keadilan internasional.
Presiden ICAO mengapresiasi keselamatan penerbangan Indonesia. Skor audit mencapai 78,85%, di atas rata-rata global 70,6%.
Kejagung mengungkap kerugian negara Rp863,84 miliar dalam dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN yang melibatkan lima tersangka.
Mario Suryo Aji mengevaluasi gaya membalap setelah kecelakaan di Tikungan 1 dan bersiap menghadapi Q1 Moto2 GP Indonesia 2026.