Dua Pilot Selamat, Kemenhub Selidiki Kecelakaan Helikopter di Barito

Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina Minggu, 08 November 2026 18:07 WIB
Dua Pilot Selamat, Kemenhub Selidiki Kecelakaan Helikopter di Barito

Helikopter diduga jenis Super Puma dilaporkan jatuh saat misi pemadaman karhutla di Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). ANTARA/HO-Group SAR Banjarmasin\r\n

Harianjogja.com, BANJARMASIN—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan pemeriksaan awal terhadap kecelakaan helikopter pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sungai Barito, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Pemeriksaan akan mencakup pengumpulan data dan informasi teknis sesuai kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Kecelakaan tersebut melibatkan helikopter Eurocopter EC225LP Super Puma II+ (Airbus Helicopters H225) dengan registrasi VH-HGM. Pesawat udara yang dioperasikan untuk mendukung misi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu mengalami kecelakaan ketika melakukan pengambilan air untuk kegiatan pemadaman melalui metode water bombing.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, insiden terjadi sekitar pukul 11.56 WIB di wilayah Sungai Barito, Banjarmasin. Helikopter tersebut membawa tiga personel, terdiri atas dua pilot dan seorang helicopter landing officer (HLO).

Dua pilot dilaporkan selamat dari kecelakaan tersebut. Sementara itu, satu personel HLO hingga kini masih dalam proses pencarian.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan prioritas penanganan saat ini adalah mendukung proses pencarian personel yang belum ditemukan. Kemenhub juga telah menerima laporan sementara mengenai kecelakaan tersebut.

“Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan penanganan kejadian berjalan dengan baik, khususnya mendukung upaya pencarian terhadap satu personel yang belum ditemukan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (8/11/2026).

Kemenhub Koordinasi dengan BNPB dan Operator

Penanganan kecelakaan helikopter VH-HGM melibatkan koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara serta Otoritas Bandar Udara Wilayah III.

Koordinasi dilakukan bersama pihak operator, BNPB, dan instansi terkait lainnya. Langkah tersebut bertujuan mendukung penanganan kejadian sekaligus memperoleh perkembangan terbaru, terutama mengenai pencarian personel HLO.

Selain mendukung proses pencarian, Kemenhub mulai menyiapkan pemeriksaan awal dari aspek kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, sekaligus menyiapkan langkah pemeriksaan awal dari aspek kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara,” ujarnya.

Otoritas Bandar Udara Wilayah III akan terus memantau perkembangan penanganan kecelakaan tersebut. Informasi lanjutan akan disampaikan berdasarkan data dan hasil koordinasi yang telah terverifikasi.

Dua Kecelakaan Helikopter dalam Empat Hari

Kecelakaan helikopter di Sungai Barito ini terjadi hanya berselang empat hari dari insiden serupa di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Dalam kejadian sebelumnya, helikopter jenis Mi-17V5 dengan registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan ketika menjalankan misi pemadaman karhutla. Helikopter tersebut dioperasikan oleh Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) TNI AD.

Pesawat itu membawa delapan orang awak. Berdasarkan laporan sementara, lima orang mendapatkan penanganan medis di RSUD Kuala Pembuang, sedangkan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Dari tiga korban meninggal dunia tersebut, satu orang telah berada di RSUD Kuala Pembuang. Adapun dua korban lainnya masih dalam proses evakuasi.

Dengan demikian, dalam rentang empat hari terjadi dua kecelakaan helikopter yang berkaitan dengan misi penanganan karhutla di Kalimantan. Kemenhub kini tengah melakukan koordinasi dan menyiapkan pemeriksaan awal terhadap kecelakaan helikopter VH-HGM di Sungai Barito.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online