Anggaran MBG Capai Rp153,2 Triliun, Pemerintah Perketat Pengawasan SPPG
Anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga September 2026 dengan 57 juta penerima. Pemerintah memperketat standar higiene dan ketepatan sasaran.
Pesawat milik TNI AU yang tergelincir keluar landasan Bandara Hasanuddin Makassar, Selasa (25/8/2026). Antara/Riski Maruto
Harianjogja.com, MAKASSAR—Pesawat Cassa milik TNI Angkatan Udara tergelincir di kawasan landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (25/8/2026). Insiden tersebut terjadi di landasan pacu utara-selatan atau runway 03-21 pada pukul 11.25 WITA.
PGS Branch Communication and CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan personel bandara masih melakukan penanganan terhadap pesawat yang tergelincir.
"Informasi mengenai pesawat Cassa tergelincir memang benar dan saat ini sedang dalam penanganan," ujarnya.
Dalam keterangan resminya, Taufan mengatakan insiden tersebut terjadi di runway 03-21. Informasi mengenai kejadian itu juga muncul setelah video yang memperlihatkan pesawat Cassa beredar melalui media sosial.
"Berdasarkan video viral yang beredar melalui media sosial, memang benar telah terjadi kejadian tersebut di Bandara Sultan Hasanuddin di landasan pacu utara-selatan (runway 03-21)," kata Taufan Yudhistira.
Sehari Sebelumnya Sukhoi Juga Tergelincir
Insiden pesawat Cassa tersebut terjadi dua hari berturut-turut dengan kejadian pesawat TNI Angkatan Udara lainnya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Sehari sebelumnya, jet tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara (AU) tergelincir ketika melakukan pendaratan di landasan pacu sisi barat atau runway 13. Sementara pesawat Cassa tergelincir di landasan pacu utara-selatan atau runway 03-21.
Pada peristiwa Sukhoi tersebut, kecelakaan tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Taufan sebelumnya mengatakan insiden terjadi di runway 13 saat pesawat tempur tersebut melakukan pendaratan.
"Insiden tersebut terjadi di landasan pacu sisi barat atau runway 13 saat pesawat tempur tersebut melakukan pendaratan," kata PGS Branch Communication and CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira di Makassar, Senin.
Kejadian itu kemudian menjadi perhatian setelah rekaman video pesawat yang berada di area rerumputan bandara beredar luas di media sosial.
Pesawat Sukhoi Berhasil Ditarik
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak Bandara Sultan Hasanuddin bersama TNI AU langsung melakukan penanganan terhadap pesawat yang keluar dari landasan pacu.
"Terkait dengan video viral di media sosial, kami sampaikan bahwa memang terjadi hal tersebut di landasan pacu sisi barat (runway 13) di Bandara Sultan Hasanuddin," ujarnya membenarkan insiden tersebut.
Meski melibatkan pesawat tempur, aktivitas penerbangan komersial di Bandara Sultan Hasanuddin saat itu tidak terganggu. Operasional penerbangan tetap berlangsung menggunakan landasan pacu sisi utara-selatan atau runway 03-21.
Penanganan pesawat Sukhoi dilakukan petugas gabungan. Perkembangan terbaru menunjukkan pesawat tersebut telah berhasil ditarik kembali ke landasan.
Bagian pesawat kemudian ditutup menggunakan terpal biru. Mobil pemadam kebakaran juga disiagakan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi selama proses penanganan berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga September 2026 dengan 57 juta penerima. Pemerintah memperketat standar higiene dan ketepatan sasaran.
Simak cara memilih situs streaming film legal dan risiko LK21 atau Indoxxi, mulai dari malware, pencurian data, hingga pelanggaran hak cipta.
Okupansi hotel di KEK Mandalika mencapai 100% selama MotoGP 2026. Hotel di Mataram dan Senggigi juga terisi hingga 80-90%.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
BPK menemukan masalah pengelolaan keuangan negara senilai Rp49,28 triliun. Sebesar Rp1,80 triliun telah dikembalikan selama pemeriksaan.