PMI Asal Bandung Barat yang Diduga Disekap di UEA Ditemukan Selamat

Newswire
Newswire Minggu, 08 November 2026 17:07 WIB
PMI Asal Bandung Barat yang Diduga Disekap di UEA Ditemukan Selamat

Ilustrasi imigran/magnific

Harianjogja.com, BANDUNG—Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Sri Nurhaida Pratiwi, yang sebelumnya diduga disekap di Uni Emirat Arab (UEA), telah ditemukan dalam kondisi selamat. Saat ini, Sri berada dalam kondisi aman dan mendapat penanganan dari instansi terkait.

Kepala UPTD Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) PMI Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, Yanu Krisdiyan, memastikan Sri tidak mengalami luka fisik akibat dugaan penyekapan tersebut.

"[PMI berasal dari Cililin] Sudah dalam kondisi selamat baik dan aman," kata Yanu melalui pesan singkat di Bandung, Minggu.

Meski kondisi fisiknya dinyatakan baik, Sri diperkirakan masih mengalami trauma setelah peristiwa yang dialaminya.

"Kalau rasa takut mungkin ada," ujarnya.

Pemulangan Menunggu Proses Pemeriksaan

Yanu menjelaskan pemulangan Sri ke Indonesia akan dilakukan setelah kepolisian menyelesaikan pemeriksaan dan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap pihak keluarga.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat karena terdapat dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), baik dalam proses keberangkatan maupun penempatan Sri di luar negeri.

"Segera dikembalikan ke keluarga setelah proses BAP selesai," katanya.

Disnakertrans Jawa Barat terus berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Pendampingan juga disiapkan hingga Sri kembali berkumpul dengan keluarganya.

Sempat Terlacak di Wilayah Ajman

Sebelumnya, keberadaan Sri terlacak di wilayah Ajman, UEA, setelah keluarga kehilangan komunikasi dengannya. Kontak terakhir diketahui berlangsung melalui panggilan video WhatsApp pada Senin (12/10).

Dalam panggilan video tersebut, Sri terlihat berada di sebuah ruangan tertutup bersama seseorang yang belum diketahui identitasnya. Saat itu, ia mengaku sedang disekap.

Tidak lama setelah panggilan video berakhir, keluarga menerima pesan suara dari nomor yang tidak dikenal. Pesan tersebut menyampaikan bahwa Sri berada dalam kondisi baik, tetapi keluarga belum dapat memastikan kebenaran informasi itu.

Penelusuran melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) juga tidak menemukan data penempatan ke UEA atas nama Sri. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa keberangkatannya dilakukan secara non-prosedural.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online