Gempa Sumba Barat Daya M6,1 Rusak 20 Rumah

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 22:07 WIB
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 Rusak 20 Rumah

Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.

Harianjogja.com, SUMBA BARAT DAYA—Gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pukul 06.55 Wita. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya 20 rumah dan sejumlah fasilitas umum terdampak akibat gempa tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan 20 rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya mengalami kerusakan.

“Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang,” kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan diterima di Kupang.

Kerusakan rumah tersebar di sejumlah wilayah, yakni Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.

Fasilitas ibadah dan pendidikan ikut terdampak

Dampak gempa Sumba Barat Daya tidak hanya terjadi pada rumah warga. Tiga fasilitas ibadah juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Ketiga fasilitas tersebut adalah Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula.

Sementara itu, satu fasilitas pendidikan, yakni SDK Manu Toghi, turut terdampak. Satu fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu juga mengalami dampak akibat gempa.

Kerusakan juga tercatat di Kabupaten Sumba Barat. Tiga rumah atau asrama koramil mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, sebanyak dua bangunan KDKMP mengalami kerusakan berupa plafon dan retakan pada tembok.

Satu orang luka tertimpa reruntuhan

Gempa Sumba Barat Daya juga menyebabkan satu orang mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Korban telah mendapatkan penanganan dan menjalani rawat jalan.

BNPB memastikan hingga pendataan tersebut dilakukan tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun korban luka berat.

“Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka berat,” ujarnya.

Berdasarkan parameter awal BMKG yang diterima BNPB, pusat gempa berada di laut sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Gempa tersebut berada pada koordinat 9,70 derajat Lintang Selatan dan 118,92 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Warga sempat keluar rumah

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat. Sejumlah warga sempat keluar dari rumah ketika merasakan guncangan.

Setelah itu, situasi kembali kondusif. Wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba juga dilaporkan merasakan guncangan cukup kuat.

Pasca-gempa, BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya dan BPBD Kabupaten Sumba Barat melakukan pemantauan kondisi di wilayah terdampak.

Personel Kodim 1613/Sumba Barat dan Kodim 1629/Sumba Barat Daya juga ikut memantau wilayah terdampak. Sementara itu, aparat kewilayahan dan babinsa melakukan pendataan kerusakan.

Posko penanganan didirikan

Untuk mendukung penanganan pascagempa, posko awal penanganan bencana telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya.

Sebanyak 173 personel disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan apabila diperlukan. Personel tersebut berasal dari tiga unsur.

Rinciannya, 30 personel Kodim 1613/Sumba Barat, 68 personel Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan 75 personel Yonif TP 930/TT.

BNPB bersama BPBD Provinsi NTT serta BPBD kabupaten terdampak masih terus memutakhirkan data korban, kerusakan, dan kebutuhan masyarakat.

Berton mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, dan instansi terkait.

“Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak memasuki bangunan yang kondisinya belum dinyatakan aman,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online