Gempa Sumba Barat Daya M 6,1, Lansia 73 Tahun Dilaporkan Meninggal

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 21:27 WIB
Gempa Sumba Barat Daya M 6,1, Lansia 73 Tahun Dilaporkan Meninggal

Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pagi, dilaporkan menyebabkan seorang lansia. /Antara.

Harianjogja.com, SUMBA BARAT DAYA—Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pagi, dilaporkan menyebabkan seorang lansia berusia 73 tahun meninggal dunia di Kecamatan Kodi Utara.

Kapolsek Kodi Utara, Polres Sumba Barat, Polda Nusa Tenggara Timur, AKP Bernadus Bili Kandi mengatakan korban meninggal setelah mengalami shock atau kaget ketika gempa terjadi.

“Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi,” kata Bernadus saat dihubungi dari Kupang, Minggu sore.

Menurut dia, korban sempat kaget ketika melihat sejumlah anggota keluarganya berhamburan keluar rumah akibat guncangan gempa berkekuatan M 6,1 tersebut.

Lansia itu kemudian sempat berada di luar rumah. Namun, beberapa menit berselang korban jatuh, tidak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal dunia.

Jenazah korban selanjutnya disemayamkan oleh keluarga di rumahnya setelah gempa terjadi.

Rumah dan Sekolah Rusak Berat

Selain korban jiwa, gempa juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah Kodi Utara. Bernadus menyebut banyak rumah dan satu sekolah mengalami kerusakan berat.

Meski demikian, jumlah pasti bangunan yang terdampak belum dapat dipastikan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama anggota kepolisian masih melakukan pendataan di lapangan.

“Kita belum bisa pastikan data kerusakan. Tim BPBD dan anggota juga masih lakukan pendataan lebih lanjut sejak pagi tadi,” ujar dia.

Gempa bumi M 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya pada Minggu pukul 06.55 Wita.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 kilometer.

“Pusat gempa berada di laut, 14 km barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 km pada koordinat 9,70 LS-118,92 BT. Gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami,” ujar Berton dalam keterangan.

Guncangan Terasa hingga Manggarai Barat

Berdasarkan pemantauan sementara BNPB, guncangan gempa dirasakan kuat selama kurang lebih satu menit di sejumlah wilayah.

Guncangan tersebut dirasakan di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, hingga Kabupaten Manggarai Barat.

BNPB menyebut sebagian masyarakat merasakan gempa, tetapi situasi di wilayah terdampak tetap kondusif dan tidak ada kepanikan.

Pada pemantauan awal BNPB, BPBD setempat masih melakukan monitoring pascagempa di lapangan. Dalam laporan awal tersebut belum terdapat laporan kerusakan maupun korban jiwa.

Sementara itu, laporan dari Polsek Kodi Utara menyebut seorang lansia berusia 73 tahun meninggal dunia setelah diduga mengalami shock saat gempa berlangsung.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta memastikan perkembangan informasi berasal dari instansi resmi.

Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan. Warga juga diminta untuk sementara tidak berada di tepi pantai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online