Status Gunung Gamkonora Naik Waspada, Pendakian Ditutup

Newswire
Newswire Sabtu, 07 November 2026 19:57 WIB
Status Gunung Gamkonora Naik Waspada, Pendakian Ditutup

Status Gunung Gamkonora naik menjadi Waspada setelah aktivitas gempa meningkat. Pendakian ditutup dan warga diminta menjauhi radius 2 kilometer. /[email protected].

Harianjogja.com, HALMAHERA BARAT—Aktivitas kegempaan Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mengalami peningkatan. Kondisi tersebut membuat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status gunung api itu dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Kenaikan status berlaku sejak 6 November 2026 pukul 16.00 WIB. Seiring perubahan tersebut, seluruh kegiatan pendakian menuju kawasan puncak Gunung Gamkonora ditutup sementara.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gamkonora, Ridwan Jalil, mengatakan penutupan dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas di kawah gunung tersebut.

"Untuk saat ini pendakian kami tutup," kata Ridwan di Ternate, Sabtu.

Dia menjelaskan, saat status Gunung Gamkonora masih Normal, masyarakat dan pendaki diperbolehkan mendekati kawasan kawah dengan radius rekomendasi 1,5 kilometer. Namun, setelah status berubah menjadi Waspada, aktivitas pendakian tidak lagi diizinkan.

"Dulunya kalau Normal radius 1,5 kilometer, masyarakat pendaki tetap mendekati kawah. Namun saat ini kami larang, tidak bisa ada pendakian," ujarnya.

Frekuensi Gempa Gunung Gamkonora Meningkat

Berdasarkan laporan Badan Geologi, peningkatan aktivitas Gunung Gamkonora terlihat dari bertambahnya frekuensi gempa vulkanik dangkal sejak 29 Oktober 2026.

Jumlah gempa vulkanik dangkal yang sebelumnya rata-rata kurang dari dua kejadian per hari meningkat menjadi sembilan kejadian sehari. Adapun gempa vulkanik dalam naik dari rata-rata kurang dari empat kejadian menjadi lima kejadian per hari.

Hasil pengamatan instrumental selama Oktober 2026 mencatat 129 kali gempa Tornillo, lima kali gempa frekuensi rendah, 28 kali gempa vulkanik dangkal, 79 kali gempa vulkanik dalam, 105 kali gempa tektonik lokal, dan 475 kali gempa tektonik jauh.

Sementara itu, dalam periode 1-5 November 2026, tercatat 13 kali gempa Tornillo, tiga kali gempa frekuensi rendah, satu kali gempa vulkanik dangkal, delapan kali gempa vulkanik dalam, 23 kali gempa tektonik lokal, dan 70 kali gempa tektonik jauh.

Dari sisi pengamatan visual, kondisi Gunung Gamkonora terpantau berubah-ubah, mulai terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap dari kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 30-50 meter dari puncak.

Warga Diminta Menjauhi Radius 2 Kilometer

Berdasarkan analisis dan evaluasi aktivitas gunung api tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak memasuki ataupun melakukan kegiatan dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi Gunung Gamkonora.

Masyarakat juga diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan Badan Geologi. Selain itu, warga diingatkan agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Badan Geologi akan mengevaluasi tingkat aktivitas Gunung Gamkonora secara berkala. Evaluasi juga dapat dilakukan sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Status Waspada beserta rekomendasi yang berlaku saat ini tetap dipertahankan sampai diterbitkannya laporan evaluasi berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online