TNI AL Temukan Black Box dan Ekor Helikopter Mi-17V5 di Kalteng

Newswire
Newswire Sabtu, 07 November 2026 16:37 WIB
TNI AL Temukan Black Box dan Ekor Helikopter Mi-17V5 di Kalteng

TNI AL menemukan kotak hitam dan ekor helikopter Mi-17V5 yang jatuh di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah.

Harianjogja.com, JAKARTA—Tim Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air Koarmada I (Satkoppeba Koarmada I) TNI Angkatan Laut menemukan kotak hitam atau Flight Data Recorder (FDR) serta bagian ekor helikopter Mi-17V5 yang jatuh di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Penemuan dua bagian penting helikopter milik Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) tersebut menjadi bagian dari upaya mengungkap penyebab kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Dalam keterangan pers resmi Penerangan Koarmada I yang diterima di Jakarta, Sabtu, disebutkan pencarian kotak hitam dilakukan untuk membantu proses penelusuran faktor penyebab jatuhnya helikopter tersebut.

Setelah ditemukan, FDR diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

"Selanjutnya, FDR diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan helikopter tersebut," demikian siaran pers itu.

Kronologi Helikopter Mi-17V5 Jatuh di Seruyan

Sebelumnya, helikopter Mi-17V5 mengalami kecelakaan pada Rabu (4/11), sekitar pukul 09.55 WIB. Insiden tersebut terjadi setelah helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang.

Helikopter itu membawa prajurit TNI AD yang bertugas menangani karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.

Kecelakaan bermula ketika helikopter mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk mendukung operasi pemadaman melalui metode water bombing. Namun, saat menjalankan aktivitas tersebut, helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh ke perairan.

Tiga Prajurit TNI AD Gugur

Sesaat setelah kecelakaan terjadi, TNI Angkatan Darat mengerahkan personel untuk mengevakuasi kru helikopter melalui jalur udara.

Langkah penyelamatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel yang berada di dalam helikopter segera mendapatkan pertolongan.

"Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya," demikian keterangan resmi TNI AD.

Kecelakaan helikopter Mi-17V5 tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI AD gugur. Ketiganya adalah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.

Sementara itu, lima kru lainnya berhasil selamat. Mereka terdiri atas Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda.

Dengan ditemukannya FDR, proses penyelidikan kecelakaan kini didukung oleh perangkat perekam penerbangan yang telah diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online