Erupsi Anak Krakatau Berlangsung 3 Menit 46 Detik, Ini Imbauan Badan Geologi

Newswire
Newswire Jum'at, 09 Oktober 2026 20:27 WIB
Erupsi Anak Krakatau Berlangsung 3 Menit 46 Detik, Ini Imbauan Badan Geologi

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, mengalami erupsi pada Jumat (9/10/2026) sore. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan kolom abu vulkanik teramati mencapai 250 meter di atas puncak gunung.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan erupsi tersebut tercatat pada pukul 16.17 WIB. Kolom abu yang keluar dari kawah teramati memiliki warna beragam, mulai dari kelabu, cokelat, hingga hitam, dengan intensitas tebal.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah utara dan barat laut," kata Lana dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Lana menjelaskan tinggi kolom abu vulkanik tersebut teramati sekitar 407 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara itu, berdasarkan rekaman kegempaan, aktivitas erupsi tercatat pada instrumen seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 39 milimeter.

Durasi erupsi sementara tercatat sekitar 3 menit 46 detik. Lana menambahkan aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan disusun.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Waspada

Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level II atau Waspada. Seiring dengan status tersebut, masyarakat diminta memperhatikan rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan untuk kawasan sekitar gunung api.

Imbauan itu ditujukan kepada masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki yang berada di kawasan Selat Sunda. Mereka diminta tidak mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.

Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius dua kilometer dari kawah aktif. Pembatasan jarak tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko terkena lontaran material vulkanik yang dapat terjadi saat gunung mengalami erupsi.

Rekomendasi keselamatan tersebut menjadi perhatian bagi siapa pun yang beraktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau, terutama ketika aktivitas erupsi masih berlangsung.

Pemantauan Aktivitas Vulkanik Terus Dilakukan

Badan Geologi memastikan pemantauan terhadap kawah dan aktivitas seismik Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara berkelanjutan. Pemantauan tersebut bertujuan mendukung upaya menjaga keselamatan masyarakat, khususnya warga di kawasan pesisir Selat Sunda.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api menjadi penting untuk membantu masyarakat memahami kondisi terkini dan mengikuti arahan keselamatan dari pihak berwenang.

Dengan status aktivitas yang masih berada pada Level II atau Waspada, masyarakat dan wisatawan diimbau mematuhi rekomendasi yang berlaku serta tidak memasuki kawasan dalam radius dua kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online