Presiden Paraguay Dimakzulkan, Wakilnya Janji Ganti Dana Nasabah

Akbar Evandio
Akbar Evandio Sabtu, 07 November 2026 18:27 WIB
Presiden Paraguay Dimakzulkan, Wakilnya Janji Ganti Dana Nasabah

Presiden Paraguay Santiago Peña dimakzulkan setelah krisis Ueno Bank membekukan dana jutaan nasabah. Pedro Alliana berjanji memberi kompensasi. /Bisnis.

Harianjogja.com, JAKARTA—Krisis perbankan yang melanda Paraguay berujung pada pemakzulan Presiden Santiago Peña oleh Senat pada Jumat (6/11/2026). Tak lama setelah kehilangan jabatan, Peña ditempatkan dalam tahanan rumah untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran hukum dalam penanganan krisis Ueno Bank.

Keputusan pemakzulan tersebut disetujui oleh 44 senator dari total 45 anggota Senat. Presiden Senat Basilio Núñez menyatakan Peña bersalah atas tuduhan kelalaian dalam menjalankan tugas.

Wakil Presiden Pedro Alliana kemudian dilantik untuk menggantikan Peña. Ia akan memimpin Paraguay hingga berakhirnya masa jabatan pada 2028.

Mengutip laporan BBC, krisis bermula ketika bank sentral Paraguay mengambil alih Ueno Bank, salah satu bank digital besar di negara tersebut. Intervensi itu dilakukan setelah bank mengalami persoalan solvabilitas dan membuat jutaan nasabah kesulitan mengakses tabungan maupun dana pensiun.

Kondisi tersebut memicu gelombang protes masyarakat sekaligus mengguncang kepercayaan publik terhadap pemerintah dan sistem keuangan Paraguay.

Peña sebelumnya telah menawarkan pengunduran diri pada Kamis (5/11/2026). Namun, parlemen tetap melanjutkan proses pemakzulan hingga menyatakan dirinya bersalah.

Keputusan Senat juga mencabut hak imunitas yang melekat pada status mantan presiden sebagai senator seumur hidup. Dengan demikian, proses hukum terhadap Peña dapat dilanjutkan.

Dugaan Konflik Kepentingan dalam Krisis Ueno Bank

Laporan BBC menyebut sekitar tiga juta nasabah terdampak setelah bank sentral mengambil alih Ueno Bank. Jumlah tersebut mencakup lebih dari separuh populasi Paraguay.

Pembekuan akses terhadap dana nasabah juga berdampak pada pembayaran dana pensiun. Situasi ini memicu protes di sejumlah wilayah, terutama di ibu kota Asunción.

Pemakzulan Peña berkaitan dengan dugaan konflik kepentingan dan penyalahgunaan kewenangan dalam pengawasan Ueno Bank. Sejumlah legislator menuding Peña memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan pemilik bank, memengaruhi pengawasan regulator, mengalihkan dana pensiun, serta terlibat dalam upaya menutupi persoalan kelembagaan yang melibatkan bank sentral.

Peña diketahui pernah memiliki saham di perusahaan induk Ueno Bank hingga 2025. Namun, ia membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan tidak mempunyai investasi langsung di bank tersebut.

Jaksa Silvia Margarita Gonzalez Vester menyatakan Peña akan menjalani pemeriksaan pada Sabtu (7/11/2026). Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran kepercayaan, perdagangan pengaruh, dan penyalahgunaan dana.

Pengacara Peña, Ricardo Preda, menolak seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya.

“Itu adalah tuduhan sembrono dan gegabah serta tidak bertanggung jawab dan sarat kepentingan politik,” katanya.

Sebelum pemakzulan, Peña sempat menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat melalui pidato nasional. Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan, “Saya tidak pernah berniat mengkhianati kepercayaan yang Anda berikan kepada saya.”

Pedro Alliana Janji Ganti Kerugian Nasabah

Setelah dilantik sebagai presiden, Pedro Alliana berjanji pemerintah akan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak krisis keuangan akibat penutupan Ueno Bank.

Janji tersebut disampaikan ketika masyarakat masih menuntut pengembalian simpanan dan pertanggungjawaban pihak-pihak yang dianggap terkait dengan kegagalan bank.

“Rekan senegaranya yang kini mengalami masa sulit akibat keruntuhan finansial akan mendapat kompensasi penuh,” kata Alliana dalam pidato pertamanya sebagai presiden.

Krisis Ueno Bank tidak hanya menjadi persoalan politik, tetapi juga menguji stabilitas sektor keuangan Paraguay. Bank digital tersebut memiliki sekitar tiga juta nasabah dan mengelola dana publik senilai sekitar US$850 juta.

Bank sentral melakukan intervensi setelah menemukan pelanggaran terhadap ketentuan solvabilitas minimum. Praktik penyaluran kredit kepada perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan pemegang saham pengendali juga menjadi sorotan dalam kasus tersebut.

Senator Rafael Filizzola menyebut perkara ini sebagai salah satu skandal korupsi terbesar dalam sejarah demokrasi Paraguay.

“Kita sedang menghadapi skandal korupsi terbesar dalam sejarah demokrasi kita. Ini sebuah pukulan telak terhadap negara, warga negara, dan kredibilitas serta citra negara,” katanya.

Sejumlah analis memperkirakan Peña masih akan menghadapi proses hukum setelah kehilangan jabatan dan hak imunitasnya. Sementara itu, pemerintahan Alliana dihadapkan pada pekerjaan memulihkan kepercayaan nasabah, memastikan pengembalian dana, dan mencegah krisis meluas ke lembaga keuangan lain.

Penyelesaian persoalan Ueno Bank pun menjadi salah satu ujian awal pemerintahan baru Paraguay. Janji kompensasi kepada nasabah harus berhadapan dengan persoalan pendanaan, proses hukum, serta upaya menjaga stabilitas sistem perbankan negara tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online