Raffi Ahmad Minta Maaf Usai Hadiri Acara Sumpah Pemuda Polda Metro

Sulthon Sulung Kandiyas
Sulthon Sulung Kandiyas Minggu, 01 November 2026 14:47 WIB
Raffi Ahmad Minta Maaf Usai Hadiri Acara Sumpah Pemuda Polda Metro

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dan istrinya, Nagita Slavina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2024)/Bisnis-Dany Saputra.

Harianjogja.com, JAKARTA—Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menyampaikan permintaan maaf setelah menghadiri acara peringatan Sumpah Pemuda yang diinisiasi Polda Metro Jaya di depan Pos Polisi Thamrin, Kamis (29/10/2026). Ia mengakui perlu lebih teliti dalam memahami kegiatan sebelum memenuhi undangan.

Acara tersebut menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Latar belakang mahasiswa yang hadir dipertanyakan warganet, sementara sebagian masyarakat menilai kegiatan itu sebagai acara tandingan atas demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada 28 Oktober 2026, sehari sebelumnya.

Raffi menjelaskan dirinya datang sebagai undangan dengan niat baik. Ia menegaskan tidak memiliki maksud merendahkan ataupun mencederai semangat generasi muda.

"Sebagaimana telah dijelaskan Polda Metro Jaya selaku Penyelenggara acara, saya hadir sebagai undangan dalam kegiatan kepemudaan tersebut. Saya datang dengan niat yang tulus dan itikad yang baik tanpa niat merendahkan apalagi mencederai semangat generasi muda," kata dia sebagaimana dikutip di akun Instagram @ukp_mudaseni_raffiahmad, Minggu (1/11/2026).

Raffi Ahmad Akui Perlu Lebih Cermat Menerima Undangan

Raffi mengatakan selama ini berupaya memenuhi setiap undangan yang diterimanya, meskipun terkadang hanya dapat hadir dalam waktu singkat.

Namun, ia mengakui niat baik untuk menghadiri suatu kegiatan tetap harus disertai ketelitian dalam memahami informasi. Peristiwa tersebut menjadi pengingat baginya agar lebih cermat sebelum menerima undangan dan mengambil keputusan.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai aspirasi, kritik, pandangan, serta saran yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk berkontribusi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

"Selama ini saya mengajak masyarakat seluruhnya untuk tidak menyebarkan infomasi yang belum jelas kebenarannya dari ujaran kebencian apalagi yang diiringi caci maki sampai dengan fitnah," ujar dia.

Berharap Polemik Menjadi Bahan Evaluasi

Raffi berharap penjelasan yang disampaikannya dapat membantu meluruskan situasi terkait kehadirannya dalam acara tersebut. Ia juga berharap peristiwa itu menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi seluruh pihak, termasuk dirinya.

"Saya berharap penjelasan yang disampaikan dapat membantu memperjelas situasi yang sebenar benarnya terjadi. Sekaligus ini menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi semua pihak termasuk saya," tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online