Syahganda Klarifikasi Video Lama, Sebut Direkam Sebelum Masuk Pemerintahan

Akbar Evandio
Akbar Evandio Rabu, 07 Oktober 2026 12:47 WIB
Syahganda Klarifikasi Video Lama, Sebut Direkam Sebelum Masuk Pemerintahan

Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Fadli Tri Hartono dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Syahganda Nainggolan./BPMI Sekretariat Presiden\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan memberikan klarifikasi terkait video wawancaranya yang kembali beredar di media sosial setelah dirinya dilantik sebagai pejabat pemerintah.

Syahganda menegaskan video tersebut merupakan rekaman lama yang dibuat sebelum dirinya masuk ke pemerintahan. Menurut dia, pernyataan dalam video itu disampaikan ketika dirinya masih berada di luar sistem pemerintahan sehingga konteksnya berbeda dengan posisinya saat ini.

"Jadi yang dibuat itu adalah video-video lama saya. Memang dulu saya begitu di luar sistem pemerintahan," kata Syahganda saat menghadiri agenda serah terima jabatan (sertijab) di Kantor Bakom RI, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut Syahganda, beredarnya kembali rekaman lama setelah dirinya dilantik dapat menimbulkan konteks yang berbeda. Dia juga menyoroti mekanisme pemberitaan antara media arus utama dan media sosial.

"Jadi memang kan di dunia medsos sekarang ini, ya kalau teman-teman, saya bukan menjelekkan new media ya, tapi teman-teman media mainstream itu kan dia bertanggung jawab terhadap cover both sides, terhadap pertanggungjawaban berita dan lain-lain," ujarnya.

Baru Sekali Bertemu Media

Syahganda mengatakan dirinya baru sekali bertemu dengan media dan wartawan sejak dilantik menjadi pejabat pemerintah. Karena itu, dia mempertanyakan penggunaan video lama untuk menggambarkan sikapnya setelah bergabung dengan pemerintahan.

"Karena setelah saya dilantik, saya baru sekali ketemu media, ketemu wartawan," katanya.

Dia menilai konteks waktu perekaman perlu diperhatikan ketika video tersebut kembali diberitakan setelah dirinya masuk ke pemerintahan.

Tegaskan Harus Sejalan dengan Presiden

Syahganda menegaskan perubahan posisi dari luar pemerintahan menjadi bagian dari pemerintahan membuat dirinya harus mengikuti kebijakan dan arah Presiden Prabowo Subianto.

"Memang dulu saya begitu di luar sistem pemerintahan. Tapi di dalam sistem pemerintahan, otomatis saya harus sejalan dengan Bapak Presiden," ujarnya.

Menurut Syahganda, sebagai pejabat pemerintah, dirinya tidak dapat menjalankan gagasan yang bertentangan dengan kebijakan Presiden.

"Ya kan, saya enggak bisa misalkan punya ide yang beda kalau Bapak Presiden misalkan punya ide apa, ya saya harus ikutin," kata Syahganda.

Ketika ditanya apakah sikap tersebut juga berarti dirinya harus sejalan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Syahganda menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah kesatuan sikap dalam pemerintahan.

“Maksudnya saya ini pemerintah. Sebagai pemerintah, Presiden dan Wakil Presiden satu pikiran ya kan, dan kita menjalankan, gitu. Intinya di situ," ujarnya.

Sesalkan Pemberitaan Video Lama

Syahganda juga menyayangkan masih adanya pemberitaan yang menurutnya tidak memperhatikan konteks waktu saat video tersebut direkam.

"Jadi itu sekali lagi ya memang kita sesalkan ada media-media yang masih tidak bertanggung jawab seperti itu, gitu," katanya.

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan video tersebut dibuat. Namun, Syahganda memperkirakan rekaman itu dibuat sekitar dua minggu hingga satu bulan sebelum dirinya masuk ke pemerintahan.

"Saya enggak tahu, tapi saya itu sudah lama setahu saya. Mungkin sudah dua minggu, sebulan sebelum saya di mana, saya masuk ke pemerintahan, ya, gitu ya," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online