27 Orang Ditangkap dalam Penggerebekan Kampung Bahari, Ini Temuannya

Newswire
Newswire Minggu, 01 November 2026 12:47 WIB
27 Orang Ditangkap dalam Penggerebekan Kampung Bahari, Ini Temuannya

Ilustrasi polisi menangkap kriminal (Freepik)

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 27 orang ditangkap dalam penggerebekan jaringan peredaran narkotika di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas juga menemukan berbagai barang bukti, mulai dari sabu-sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, mesin pencetak pil ekstasi, hingga senjata api.

Penggerebekan dilakukan secara serentak dari sejumlah sisi dengan melibatkan berbagai unsur aparat. Operasi tersebut melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Brimob, dan sejumlah pihak lainnya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso mengatakan pelibatan banyak unsur dilakukan untuk memastikan penindakan di kawasan tersebut berjalan secara terkoordinasi.

"Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," kata Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Polisi Temukan Mesin Pencetak Ekstasi hingga Senjata Api

Dalam operasi tersebut, petugas menyita berbagai jenis narkotika dalam jumlah besar. Barang bukti yang ditemukan meliputi ratusan gram sabu-sabu, ganja, serta ribuan butir ekstasi.

Tidak hanya narkotika siap edar, polisi juga menemukan satu unit mesin pencetak ekstasi. Sejumlah peralatan lain turut diamankan, seperti bong atau alat isap, senjata tajam, dan senjata api (senpi).

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menjelaskan, pada tahap awal petugas mengamankan empat orang dari lokasi primer. Mereka terdiri atas satu orang yang memiliki barang bukti dan tiga orang yang diduga sebagai pengguna.

"Satu, barang bukti ada padanya, yaitu pil psikotropika, kemudian ada tiga pengguna. Nanti kita akan lakukan pendalaman," ujar Bismo.

Selain narkotika dan peralatan yang berkaitan dengan aktivitas peredaran, petugas juga menyita sejumlah uang tunai. Uang tersebut diduga kuat merupakan hasil transaksi narkotika ilegal dan ditemukan tersimpan menyatu dengan barang bukti ganja.

Sempat Ada Perlawanan Saat Penggerebekan

Operasi gabungan di Kampung Bahari sempat diwarnai upaya perlawanan dari beberapa pihak di lokasi. Namun, Bismo memastikan situasi tersebut tidak mengganggu fokus petugas dalam menjalankan sasaran utama operasi.

Menurut dia, perlawanan yang muncul merupakan bagian dari upaya mengalihkan perhatian aparat dari zona yang menjadi target penindakan.

"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," tutur Bismo.

Meski menghadapi perlawanan, petugas tetap melanjutkan penggerebekan hingga berhasil mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.

Lapak Liar di Bantaran Rel Bakal Dibongkar

Bismo mengungkapkan aktivitas transaksi narkotika di Kampung Bahari masih memanfaatkan lapak-lapak liar yang berdiri di sepanjang bantaran rel kereta api.

Keberadaan bangunan tersebut menjadi perhatian kepolisian karena masih dimanfaatkan sebagai lokasi transaksi narkoba. Untuk memutus mata rantai peredaran, polisi berencana membongkar bangunan-bangunan liar yang disalahgunakan tersebut.

Selain penertiban lokasi transaksi, aparat juga akan melanjutkan operasi di berbagai tempat dan memburu bandar utama yang berada di balik jaringan peredaran narkotika.

"Membongkar lapak juga supaya tidak disalahgunakan. Kita akan terus lakukan operasi ini di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya," kata Bismo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online