Anggaran Kuliah Gratis Rp93,7 Triliun, Mendiktisaintek Libatkan Danantara
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dianugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026)./BPMI Setpres\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Dudung Abdurachman. Dalam menjalankan tugas barunya, mantan Kapolri itu menegaskan kesiapan mengambil keputusan dalam situasi sulit hingga memanggil menteri untuk memastikan program dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai arah.
Pernyataan tersebut disampaikan Listyo dalam serah terima jabatan KSP dari Dudung Abdurachman kepada dirinya di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/10/2026).
Menurut Listyo, keberanian mengambil keputusan menjadi salah satu hal penting dalam menjalankan tugas KSP. Langkah tersebut diperlukan untuk menyelesaikan persoalan yang berpotensi menghambat program pemerintah tanpa harus membebani Presiden.
"Tadi beliau sampaikan bahwa satu hal yang penting, di situasi kita harus mengambil langkah yang cepat dan tidak membuat Bapak Presiden pusing adalah bagaimana keberanian mengambil keputusan," kata Listyo.
Siap Atasi Bottleneck Program Pemerintah
Listyo menyatakan siap melanjutkan pola kerja yang telah dijalankan Dudung, khususnya dalam menyelesaikan persoalan lintas kementerian dan lembaga.
"Untuk kepentingan negara dan bangsa, tentunya kita siap untuk melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan, mengambil keputusan di situasi sulit sehingga kemudian bottleneck permasalahan-permasalahan yang selalu ada dan mengganggu program Bapak Presiden bisa kita selesaikan," ujarnya.
Dia menilai KSP memiliki posisi penting untuk memastikan berbagai program Presiden dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Pemerintahan Prabowo memiliki Asta Cita, 17 program prioritas, serta berbagai agenda strategis lainnya.
Program tersebut antara lain mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Karena kita paham bahwa beliau memiliki program Asta Cita, 17 program prioritas, dan juga program-program lain di sisi ketahanan pangan, energi, kemudian hilirisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan juga berbagai macam program yang saat ini terus didorong," katanya.
Listyo juga menyebut sejumlah agenda pemerintah seperti B50, E20, hilirisasi nikel, serta berbagai program lainnya membutuhkan pengawalan dan percepatan.
"Ada B50, kemudian bagaimana E20, hilirisasi nikel, dan semuanya tentunya butuh pengawalan dan percepatan," ujarnya.
Listyo Sigit Siap Panggil Menteri
Dalam menjalankan tugas sebagai KSP, Listyo menyadari lembaga yang dipimpinnya memiliki posisi strategis karena dapat melakukan koordinasi langsung dengan kementerian dan lembaga. Koordinasi itu diperlukan untuk memastikan pelaksanaan kebijakan Presiden tetap sesuai arah.
Listyo mengibaratkan KSP sebagai kantor yang meskipun berukuran relatif kecil, memiliki kemampuan untuk memanggil para menteri guna mengecek keselarasan pelaksanaan program dengan kebijakan Presiden.
"Jadi kantornya boleh kecil tapi bisa manggil menteri-menteri kan. Itu untuk mengecek apakah sudah selaras atau belum dengan tugasnya Bapak Presiden, sehingga semua program dan kebijakan beliau bisa tertata dengan baik," kata Listyo.
Pengalaman Listyo selama menjabat Kapolri dinilai memiliki sejumlah irisan dengan tugasnya di KSP, terutama dalam pengamanan, penegakan hukum, serta pengawalan proyek dan kebijakan strategis nasional.
"Pengalaman tugas sebagai Kapolri, tentunya kita beririsan ada di bidang harkamtibmas, penegakan hukum, juga di dalamnya ada mengawal program-program proyek kebijakan strategis nasional. Jadi alhamdulillah banyak irisannya," ujarnya.
Meski demikian, Listyo menyebut pendekatan yang diterapkan di KSP akan berbeda. Lembaga tersebut memiliki kewenangan untuk melakukan koordinasi dan penyelesaian persoalan lintas kementerian.
"Tapi kalau di sini memang kita memiliki kewenangan untuk menyelesaikan itu semua, di sana kita inisiatif sajalah," katanya.
Target Bentuk Tim Kuat di KSP
Listyo optimistis dapat menjalankan tugas sebagai KSP dengan dukungan tim yang sudah ada. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran KSP dan meminta seluruh unsur membangun tim yang kuat.
"Saya sangat senang memiliki tim yang sangat kuat, dan mudah-mudahan kita betul-betul bisa membantu agar seluruh yang menjadi program dan kebijakan Bapak Presiden bisa ter- cepat, tepat sasaran, dan juga kemudian selesai sesuai dengan apa yang menjadi arah dan kebijakan beliau," ujarnya.
Listyo mengatakan penugasannya sebagai KSP juga menjadi bentuk kembalinya dia ke lingkungan yang memiliki kaitan dengan perjalanan kariernya. Dia pernah beririsan dengan lingkungan KSP ketika masih bertugas di kepolisian.
"Secara kesejarahan dulu kami lahir dari sini juga, waktu saya berdinas di polisi, dan mungkin di akhir penugasan saya, saya kembali masuk ke sini lagi," kata Listyo.
Dia berharap kehadirannya dapat memperkuat suasana kerja yang kondusif sekaligus menjaga semangat seluruh jajaran untuk mengawal program Presiden.
Listyo Sigit Soroti Tantangan Ekonomi
Dalam kesempatan tersebut, Listyo juga menyinggung tantangan pertumbuhan ekonomi di tengah eskalasi global. Menurut dia, KSP harus turut memastikan berbagai kebijakan pemerintah dapat berjalan untuk menjaga ketahanan ekonomi dan mendorong Indonesia menjadi negara besar.
"Bagaimana kita bisa survive dan betul-betul bisa mewujudkan Indonesia menjadi negara yang besar," ujarnya.
Listyo turut mengucapkan terima kasih kepada Dudung yang sebelumnya memimpin KSP selama hampir enam bulan. Dia berharap Dudung sukses menjalankan tugas barunya sebagai Menko Polkam.
"Terima kasih Pak Dudung, terima kasih pada seluruh rekan-rekan atas penyambutannya, dan mari kita membentuk tim yang kuat untuk betul-betul bisa melaksanakan tugas kita membantu Bapak Presiden," kata Listyo.
Listyo resmi menggantikan Dudung sebagai Kepala Staf Kepresidenan setelah Dudung dipercaya Presiden Prabowo untuk mengisi posisi Menko Polkam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Pemerintah menyiapkan isu strategis untuk pembahasan RUU Pemilu bersama Panja DPR, termasuk parliamentary threshold, dapil hingga AI.
Pieter Huistra mengungkap kondisi Frederic Injai dan Saiful Djoge yang masih cedera. Injai diprediksi pulih 1-2 bulan, Djoge 1-2 pekan.
Yusril Ihza Mahendra mengaku belum menerima laporan dugaan pesta sabu di Rutan Depok. Penertiban lapas dan rutan akan dikoordinasikan.
Menteri Imipas Agus Andrianto menyatakan bebas bersyarat Indra Kenz bakal dicabut setelah proses remisinya diaudit terkait kasus Lapas Cibinong.
Listyo Sigit resmi jadi KSP. Ia siap mengambil keputusan dalam situasi sulit hingga memanggil menteri untuk mempercepat program Presiden Prabowo.