64 Orang Dilaporkan Hilang Usai Tabrakan Kereta di Spanyol

Newswire
Newswire Kamis, 29 Oktober 2026 23:07 WIB
64 Orang Dilaporkan Hilang Usai Tabrakan Kereta di Spanyol

Petugas layanan darurat mengevakuasi korban di lokasi kecelakaan kereta cepat, Renfe AVE dan kereta Iryo di Madrid, Provinsi Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026)./Antara-AFP-Javier Soriano/agr

Harianjogja.com, SPANYOL—Sebanyak 64 orang dilaporkan hilang setelah tabrakan dua kereta penumpang di Provinsi Toledo, Spanyol, pada Rabu (28/10/2026). Garda Sipil Spanyol menerima laporan dari keluarga yang kehilangan kontak dengan kerabat mereka setelah kecelakaan maut tersebut, sementara otoritas setempat membuka layanan khusus untuk menangani permintaan informasi mengenai orang-orang yang belum ditemukan.

Surat kabar El Pais melaporkan informasi tersebut pada Kamis (29/10/2026) dengan mengutip Garda Sipil Spanyol. Hingga laporan itu disampaikan, puluhan keluarga masih menantikan kepastian mengenai keberadaan kerabat mereka.

Di tengah upaya pencarian, kecelakaan tersebut juga menyoroti persoalan sistem keselamatan dan kemungkinan kesalahan manusia dalam pengoperasian jaringan kereta cepat Spanyol. Pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah faktor yang diduga berkontribusi terhadap tabrakan.

Puluhan Warga Asing Turut Berada di Dalam Kereta
Kecelakaan kereta di Provinsi Toledo itu juga melibatkan sejumlah warga negara asing. Europa Press, mengutip Kementerian Luar Negeri Spanyol, melaporkan sedikitnya 42 warga negara asing berada di dalam kereta yang terlibat dalam insiden tersebut.

Dari kelompok itu, seorang warga negara Argentina dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 10 orang tidak mengalami cedera, enam orang menderita luka-luka, dan 24 lainnya masih dinyatakan hilang menurut laporan media tersebut.

Otoritas setempat telah meluncurkan layanan khusus untuk memproses permintaan informasi dari keluarga yang kehilangan kontak dengan kerabat mereka. Upaya ini dilakukan ketika proses pendataan korban dan penelusuran orang hilang masih menjadi perhatian setelah kecelakaan.

Korban Tewas Sedikitnya 68 Orang
Tabrakan dua kereta penumpang pada Rabu (28/10/2026) menewaskan sedikitnya 68 orang dan melukai puluhan lainnya. Pemerintah Spanyol menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari menyusul kecelakaan maut tersebut.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Spanyol bagian tengah, sekitar 140 kilometer di selatan Madrid, tepatnya di antara Mora dan Orgaz, Provinsi Toledo.

Kereta yang melaju dari Madrid menuju Sevilla menabrak kereta milik Iryo, operator kereta api cepat, yang sedang berhenti di jalur. Benturan tersebut menyebabkan beberapa gerbong terperosok ke lereng di sisi jalur kereta.

Kereta Iryo diketahui mengangkut 147 penumpang dan sebelumnya berhenti akibat kegagalan sistem komputer. Gangguan tersebut kini menjadi salah satu aspek yang disoroti dalam penyelidikan penyebab kecelakaan.

Rekaman Audio Pengatur Perjalanan Kereta Jadi Sorotan
Penyelidikan kecelakaan kereta di Spanyol turut menyoroti rekaman komunikasi antara petugas pengatur perjalanan dan masinis sebelum tabrakan terjadi.

Rekaman audio yang bocor dan diperoleh media penyiaran RTVE menunjukkan petugas pengatur perjalanan di Adif, perusahaan pengelola perkeretaapian negara, menginstruksikan masinis kereta yang sedang berjalan untuk memutus sistem keselamatan LZB yang mengalami gangguan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kecepatan hingga 200 kilometer per jam.

“Putuskan dan sambungkan kembali LZB, lalu lanjutkan perjalanan dengan perlindungan BSL pada kecepatan normal,” kata petugas pengatur perjalanan kepada masinis pada pukul 08.36 waktu setempat.

Beberapa menit kemudian, masinis kereta cepat Iryo melaporkan bahwa keretanya tidak dapat melanjutkan perjalanan.

“Saya kehilangan transmisi dan berhenti di sinyal masuk Urda,” katanya.

Rekaman tersebut menjadi salah satu informasi yang diperhatikan dalam penelusuran kronologi kecelakaan. Namun, hubungan antara gangguan sistem keselamatan, instruksi petugas, dan tabrakan masih perlu ditelusuri berdasarkan hasil penyelidikan.

Dugaan Kesalahan Manusia Masih Didalami
Pemerintah Spanyol menunjuk kemungkinan kesalahan manusia sebagai salah satu faktor yang menyebabkan sebuah kereta memasuki jalur yang telah ditempati kereta lain.

Namun, RTVE, dengan mengutip sejumlah sumber, mempertanyakan kronologi tersebut. Media itu melaporkan bahwa kereta Iryo belum menerima izin untuk bergerak sebelum tabrakan terjadi.

Menteri Transportasi Oscar Puente juga menyebut gangguan sistem dan kesalahan manusia sebagai kemungkinan faktor penyebab kecelakaan.

Sejauh ini, sejumlah kemungkinan penyebab tersebut masih menjadi bagian dari penelusuran. Insiden ini terjadi ketika jaringan kereta cepat Spanyol menjadi sorotan akibat besarnya jumlah korban jiwa serta dugaan masalah pada sistem keselamatan perjalanan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online