Gibran Minta Dugaan Keracunan MBG di Batang Diusut Transparan

Akbar Evandio
Akbar Evandio Senin, 28 September 2026 15:57 WIB
Gibran Minta Dugaan Keracunan MBG di Batang Diusut Transparan

Wapres Gibran meminta maaf kepada korban keracunan MBG./istimewa\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meminta investigasi dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, segera dituntaskan. Gibran juga meminta hasil investigasi disampaikan secara transparan serta seluruh korban mendapat penanganan medis hingga pulih.

“Hari ini saya langsung datang untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat,” ujarnya melalui rilisnya, Senin (28/9/2026).

Gibran bertolak ke Batang pada Senin (28/9/2026) untuk memastikan penanganan terhadap korban berjalan. Pemerintah juga memastikan biaya pengobatan korban tidak membebani keluarga dan mekanisme pembiayaan diminta diterapkan di seluruh fasilitas kesehatan yang menangani pasien.

Korban Diminta Tetap Mendapat Penanganan

Korban yang masih menjalani perawatan harus memperoleh pelayanan medis hingga pulih. Sementara korban yang sudah diperbolehkan pulang tetapi kembali mengalami keluhan tetap harus mendapatkan akses pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan.

Gibran mengatakan penyebab dugaan keracunan MBG di Batang masih dalam proses pemeriksaan. Menurutnya, hasil investigasi diperlukan untuk menjadi dasar evaluasi sekaligus pembelajaran agar kejadian serupa dapat dicegah.

“Penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan. Namun, investigasi harus segera dituntaskan dan penyampaian hasil investigasi harus secara transparan, sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama,” ungkapnya.

Keamanan Pangan MBG Dievaluasi

Selain mencari penyebab dugaan keracunan, pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan program yang berkaitan dengan keamanan pangan. Evaluasi tersebut mencakup pemenuhan standar higiene, proses dan waktu pengolahan makanan, penyimpanan, distribusi hingga pengawasan langsung di lapangan.

“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, standar keamanan pangan harus dipastikan, dan setiap temuan harus segera diperbaiki. Kita ingin program prioritas Presiden ini memberikan manfaat sebesar-besarnya dengan keamanan dan kualitas makanan sebagai prioritas,” tegasnya.

Hasil investigasi dan evaluasi nantinya diharapkan menjadi dasar perbaikan pelaksanaan program sekaligus memperkuat pengawasan keamanan pangan. Pemerintah menempatkan keamanan dan kualitas makanan sebagai bagian penting dalam evaluasi program MBG.

Sebelumnya Gibran Kunjungi Korban di Karo

Sebelumnya, Gibran juga menjenguk korban keracunan program MBG di Karo, Sumatra Utara. Kunjungan tersebut menjadi perhatian publik karena terdapat korban yang diduga mengalami hilang ingatan setelah mengonsumsi MBG, yakni Febiona Purba.

Febiona Purba kemudian langsung dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih optimal atas permintaan Gibran.

Gibran juga sempat menyampaikan permintaan maaf atas berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG. Ia menyebut persoalan tersebut akan dievaluasi oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

"Semua keluhan serta masukan Bapak Ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk mendapat tindak lanjut. Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar- besarnya," kata Gibran di Karo Jumat (11/09/2026).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online