Tabrakan Kereta Cepat di Madrid Tewaskan 68 Orang, Ini Kronologinya

Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina Kamis, 29 Oktober 2026 10:27 WIB
Tabrakan Kereta Cepat di Madrid Tewaskan 68 Orang, Ini Kronologinya

Tabrakan kereta cepat di Madrid menewaskan 68 orang. Gangguan sistem sinyal dan dugaan kesalahan manusia menjadi fokus penyelidikan. /Bisnis.

Harianjogja.com, MADRID—Tabrakan dua kereta cepat di Madrid, Spanyol, menewaskan sedikitnya 68 orang pada Rabu (28/10/2026). Kecelakaan yang melibatkan kereta Renfe milik pemerintah Spanyol dan Iryo milik perusahaan swasta itu diduga berkaitan dengan gangguan sistem persinyalan serta keputusan pusat kendali yang mengizinkan kereta melanjutkan perjalanan.

Menteri Perhubungan Spanyol Óscar Puente menyebut kemungkinan adanya kesalahan manusia dalam keadaan yang dinilainya tidak dapat dijelaskan. Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez memastikan penyebab kecelakaan masih diselidiki.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti keselamatan transportasi kereta cepat Spanyol. Pasalnya, kecelakaan ini menjadi insiden tabrakan kereta api mematikan kedua di jalur yang sama dalam waktu kurang dari setahun.

Gangguan Sinyal Diduga Berperan dalam Kecelakaan

Menurut penjelasan Puente, sistem sinyal LZB yang secara otomatis menghentikan kereta ketika jalur di depannya terisi mengalami gangguan sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Gangguan tersebut diduga dipicu oleh kerusakan komputer.

Akibat masalah itu, diperkirakan enam kereta berhenti di sepanjang jalur dengan panjang sekitar 63 kilometer. Pemantauan perjalanan kereta kemudian dialihkan kepada pusat komando yang beroperasi selama 24 jam di Madrid.

Beberapa menit setelah gangguan komputer terjadi, pusat komando memerintahkan setidaknya dua kereta untuk melanjutkan perjalanan seperti biasa. Keputusan itu diambil meskipun pada saat tersebut sinyal berhenti masih berlaku.

Puente menilai keputusan tersebut sebagai kesalahan yang serius. Ia mengatakan, “Adalah pusat kendali, melalui para operatornya, yang mengambil keputusan untuk melanjutkan lalu lintas kereta, dalam keadaan yang, dari sudut pandang kami, tidak dapat dijelaskan. Jelas, itu adalah keputusan yang salah.”

Menteri Perhubungan Spanyol itu juga mengatakan tabrakan dari belakang seperti yang terjadi sangat tidak mungkin. Dia menduga kecelakaan tersebut mungkin disebabkan oleh kesalahan manusia dalam keadaan yang “tidak dapat dijelaskan”.

Kronologi Tabrakan Kereta Renfe dan Iryo

Kedua kereta dilaporkan melaju pada Rabu pagi menuju arah yang sama di jalur yang menghubungkan Madrid, ibu kota Spanyol, dengan wilayah Andalusia di bagian selatan negara tersebut.

Kereta Iryo kemudian berhenti. Kereta Renfe yang berada di belakangnya menabrak bagian belakang Iryo hingga tiga gerbong kereta tersebut keluar dari rel di dekat kota Urda.

Kereta Iryo dengan nomor perjalanan 6076 diketahui membawa 147 penumpang. Sementara itu, kereta AVE 2080 milik Renfe mengangkut 347 penumpang.

Tabrakan tersebut menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Selain 68 korban meninggal dunia yang telah ditemukan, pemimpin setempat menyebut jumlah korban masih berpotensi bertambah karena petugas belum dapat menjangkau bagian bawah gerbong.

Para pejabat juga menyampaikan bahwa 107 orang lainnya membutuhkan perawatan medis di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 15 orang berada dalam kondisi kritis.

Kecelakaan Serupa Pernah Terjadi pada Januari

Kecelakaan di Madrid ini bukan insiden pertama yang melibatkan kereta Renfe dan Iryo di jalur yang sama. Pada Januari 2026, sebanyak 46 orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah dua kereta dari kedua operator tersebut bertabrakan di dekat kota Adamuz, Andalusia.

Dua kecelakaan mematikan dalam kurun waktu kurang dari setahun memunculkan pertanyaan mengenai kondisi infrastruktur perkeretaapian Spanyol. Pemerintah pun menghadapi tuntutan untuk mengungkap penyebab insiden terbaru tersebut.

Sánchez menyatakan kejadian serupa tidak dapat diterima. “Tidak dapat diterima bagi negara seperti Spanyol untuk mengalami dua kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi dalam satu tahun yang sama, seperti yang telah kita alami,” ujarnya, dikutip dari The Guardian, Kamis (29/10/2026).

Perdana Menteri Spanyol itu menambahkan bahwa apabila penyelidikan menemukan kegagalan sistem keamanan atau kelalaian sebagai penyebab kecelakaan, kekurangan tersebut akan ditangani dengan “ketegasan yang paling tinggi”.

Hingga Kamis (29/10/2026), penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab tabrakan kereta cepat di Madrid. Pemerintah Spanyol menaruh perhatian pada kemungkinan gangguan sistem keamanan, keputusan operator pusat kendali, serta faktor lain yang dapat menjelaskan terjadinya kecelakaan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online