Karhutla Ganggu 3.030 Penerbangan, Kemenhub Pastikan Bandara Tetap Buka

Newswire
Newswire Selasa, 27 Oktober 2026 07:47 WIB
Karhutla Ganggu 3.030 Penerbangan, Kemenhub Pastikan Bandara Tetap Buka

Pesawat komersial Airbus A320-214 milik maskapai penerbangan Citilink bersiap lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, yan tertutup kabut asap, Kamis (17/9/2026)./Antara-Nova Wahyudi

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak ada bandara yang ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, gangguan cuaca dan jarak pandang membuat operasional penerbangan di sejumlah wilayah harus menyesuaikan kondisi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan seluruh bandara tetap beroperasi dengan penyesuaian jadwal penerbangan berdasarkan kondisi cuaca di wilayah terdampak.

"Jadi tidak ada bandara yang ditutup ya. Tidak ada bandara yang ditutup," kata Lukman di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Salah satu penyesuaian dilakukan di Bandara Pontianak. Penerbangan yang sebelumnya dapat dilayani pada siang hari dialihkan ke malam hari ketika kondisi cuaca lebih mendukung.

"Seperti di Pontianak yang tadinya siang bisa dimanfaatkan untuk penerbangan, akhirnya pindah pada saat cuaca cerah di malam hari. Itu tetap ada penerbangan," ujar dia.

Sebanyak 78 Bandara Terdampak Karhutla

Kemenhub mencatat 78 bandara terdampak kebakaran hutan dan lahan selama 18-25 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 bandara berada di bawah pengelolaan Unit Penyelenggara Bandar Udara atau Unit Pelaksana Teknis Daerah, tujuh bandara dikelola Angkasa Pura, dan satu bandara merupakan milik swasta.

Secara kumulatif, sejak 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026, dampak karhutla tercatat memengaruhi 3.030 penerbangan. Gangguan terjadi pada 154 rute, sedangkan sekitar 1.700 penerbangan dibatalkan.

Dampak terbesar terjadi pada rute menuju Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun. Selain penerbangan komersial, sebanyak 617 penerbangan perintis di Papua, Kalimantan, dan Maluku turut terdampak.

Kemenhub Terbitkan Izin untuk 42 Helikopter

Di tengah gangguan penerbangan, pemerintah juga menyiapkan dukungan operasional udara untuk penanganan karhutla. Lukman mengatakan Kemenhub telah menerbitkan seluruh izin yang diperlukan bagi penggunaan 42 unit helikopter untuk mendukung kegiatan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Lukman menambahkan, dampak karhutla terhadap bandara di Papua mulai berkurang. Jika sebelumnya terdapat 12 bandara terdampak, kini jumlahnya turun menjadi tujuh bandara seiring membaiknya kondisi cuaca.

"Yang jelas kalau area-area yang saat ini kan mulai berkurang kayak Papua yang tadinya 12 bandara sekarang tinggal 7 gitu kan. Makin berkurang (bandara terdampak) sih, benar-benar musim hujan juga sudah bisa ada dan penerbangan bisa lebih lancar," katanya menjelaskan.

Kemenhub Terbitkan Surat Edaran Mitigasi

Untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan terhadap transportasi, Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE MHB 4 Tahun 2026 tentang peningkatan kewaspadaan sarana dan prasarana transportasi terhadap bahaya kebakaran hutan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga menerbitkan Surat Edaran Nomor SE 19 Tahun 2026 mengenai mitigasi risiko dampak kebakaran hutan terhadap operasional penerbangan.

Kedua surat edaran tersebut telah disampaikan kepada seluruh operator penerbangan, pengelola bandara, badan usaha angkutan udara domestik dan internasional, serta pengelola bandara swasta. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla pada operasional penerbangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online