Serangan Gereja Tewaskan 8 Orang, Yordania Balas Serang Suriah

Newswire
Newswire Selasa, 27 Oktober 2026 09:07 WIB
Serangan Gereja Tewaskan 8 Orang, Yordania Balas Serang Suriah

Serangan bersenjata saat pemakaman di gereja Yordania menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya. Penyelidikan masih berlangsung. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Angkatan Udara Kerajaan Yordania melancarkan serangan terhadap lokasi persembunyian kelompok teroris di Suriah bagian selatan, Senin (26/10/2026). Operasi militer tersebut merupakan aksi balasan atas serangan bersenjata di Gereja Hamoud, Provinsi Al-Karak, Yordania selatan, yang menewaskan delapan orang.

Dalam pernyataan angkatan bersenjata Yordania yang dikutip kantor berita Petra, operasi tersebut diberi nama Jordan Retribution-Hmoud. Sasaran serangan adalah sejumlah tempat persembunyian kelompok teroris di wilayah selatan Suriah.

"Pada Senin (26/10), Angkatan Udara Kerajaan Yordania melakukan operasi khusus yang diberi nama Jordan Retribution-Hmoud, yang menargetkan tempat-tempat persembunyian teroris di selatan Suriah. Operasi tersebut merupakan balasan atas jatuhnya korban jiwa dalam serangan di Gereja Hamoud di Al-Karak Jumat lalu," demikian pernyataan angkatan bersenjata Yordania yang dikutip Petra.

Serangan Gereja Tewaskan Delapan Orang

Serangan di Gereja Hamoud terjadi pada Jumat (23/10/2026), ketika dua pria bersenjata turun dari sebuah mobil dan melepaskan tembakan saat upacara pemakaman berlangsung.

Insiden di Provinsi Al-Karak, Yordania selatan, tersebut menewaskan delapan orang dan menyebabkan 27 orang lainnya terluka.

Kementerian Dalam Negeri Yordania menyebut insiden itu sebagai serangan teroris yang dilakukan oleh kelompok ekstremis. Serangan tersebut kemudian menjadi latar belakang operasi militer Yordania terhadap lokasi persembunyian kelompok teroris di Suriah selatan.

Serangan bersenjata saat upacara pemakaman di sebuah gereja di Kegubernuran Karak, Yordania selatan, menewaskan tujuh orang dan menyebabkan 27 lainnya terluka. Angka terbaru korban tersebut disampaikan Direktur Keamanan Publik Yordania, Obaidallah Maaytah, dalam konferensi pers di Karak, Jumat (23/10).

Jumlah korban itu bertambah dibandingkan laporan awal Direktorat Keamanan Publik Yordania yang menyebut enam orang meninggal dunia dan 28 lainnya terluka.

Menteri Dalam Negeri Yordania, Mazin Al Farrayeh, mengatakan negaranya menjadi sasaran aksi terorisme yang dilakukan sekelompok ekstremis. Ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan mengerikan yang patut mendapat kecaman keras.

Menurut Al Farrayeh, berbagai lembaga keamanan Yordania terus bekerja untuk memburu para pelaku. Namun, ia mengingatkan bahwa penyelidikan masih berlangsung sehingga identitas dan afiliasi pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan.

"Masih terlalu dini untuk menyebut siapa pelakunya dan afiliasi mereka," kata Al Farrayeh.

Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, warga Desa Hamoud, masyarakat Kegubernuran Karak, serta seluruh rakyat Yordania. Ia juga mendoakan agar para korban luka segera pulih.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online