Empat Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Sumsel

Newswire
Newswire Minggu, 25 Oktober 2026 19:27 WIB
Empat Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Sumsel

TNI AU memadamkan karhutla di beberapa titik lokasi bencana di Palembang dengan menggunakan metode \"water bombing\", Sabtu (22/8/2026). ANTARA/Ho-Humas TNI AU\r\n

Harianjogja.com, PALEMBANG—Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan berlanjut dengan pengerahan empat helikopter water bombing atau pembom air. Operasi udara tersebut menyasar wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, dan Muara Enim yang masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan empat helikopter dikerahkan dari total lima unit yang tersedia. Satu helikopter lainnya belum dapat digunakan karena masih menjalani perawatan.

"Iya dari lima heli WB dikerahkan empat heli untuk pemadaman lanjutan di wilayah OKI, Ogan Ilir, dan Muara Enim," katanya di Palembang, Minggu.

Sehari sebelumnya, BPBD Sumsel mengerahkan lima helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran di Kabupaten OKI dan Muara Enim. Tiga helikopter beroperasi di OKI, sedangkan dua unit lainnya melakukan pemadaman di Muara Enim.

Di wilayah OKI, operasi udara menjangkau Pangkalan Lampam, Pedamaran Timur, Sungai Menang, Pampangan, dan Jejawi. Adapun di Muara Enim, pemadaman dilakukan di kawasan Gelumbang.

Dalam operasi tersebut, petugas melaksanakan 10 sortie atau penerbangan pemadaman. Total terdapat 197 kali pengeboman air untuk membantu mengendalikan kebakaran.

Meski pemadaman telah dilakukan, kondisi di lokasi masih berasap hingga operasi hari sebelumnya berakhir. Situasi tersebut menjadi alasan helikopter kembali dikerahkan untuk melanjutkan pemadaman.

"Kondisi hingga akhir pemadaman masih berasap, sehingga hari ini helikopter WB melakukan pemadaman lanjutan di area tersebut," ujarnya.

Lonjakan Krisis Karhutla Warnai Lanskap Lingkungan Indonesia Sepanjang 2026

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mengalami eskalasi yang signifikan sepanjang tahun 2026, dengan cakupan wilayah terdampak yang meluas secara drastis terutama memasuki paruh kedua tahun ini.

Berdasarkan pantauan data satelit dan laporan lembaga pemantau lingkungan, akumulasi luas area yang terbakar melonjak tajam hingga menyentuh angka ratusan ribu hingga jutaan hektar, dengan wilayah Papua serta sejumlah kawasan di Kalimantan dan Sumatra menjadi titik-titik krusial yang paling parah terdampak.

Pemerintah bersama aparat penegak hukum pun terus menggencarkan sanksi tegas serta operasi pemadaman terpadu guna menekan laju kerusakan ekosistem dan mengendalikan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan publik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online