Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

Newswire
Newswire Minggu, 25 Oktober 2026 12:27 WIB
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake

Harianjogja.com, TOKYO—Gempa bumi bermagnitudo 7,0 mengguncang wilayah sekitar Kepulauan Ogasawara, Jepang, pada Minggu (25/10/2026). Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan pusat gempa berada pada kedalaman 470 kilometer. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan aktivitas seismik tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.

Gempa terjadi sekitar pukul 11.10 waktu setempat atau 09.10 WIB. Kepulauan Ogasawara berada sekitar 1.000 kilometer di selatan Tokyo.

Menurut JMA, intensitas maksimum getaran gempa mencapai level 3 pada skala intensitas gempa Jepang yang memiliki rentang level 1 hingga 7.

Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan kepastian tidak adanya potensi tsunami di Indonesia didasarkan pada hasil pemodelan yang dilakukan setelah gempa terjadi.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ujar Wijayanto dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu.

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak di laut pada koordinat 27,84 derajat Lintang Utara dan 139,46 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 874 kilometer di sebelah barat daya Tokyo, Jepang.

BMKG mencatat kedalaman gempa mencapai 480 kilometer di bawah permukaan laut. Berdasarkan kedalaman tersebut, peristiwa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dalam.

"Gempa tersebut tergolong gempa bumi dalam yang dipicu oleh aktivitas penunjaman Lempeng Pasifik. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal)," jelas pihak BMKG.

BMKG Pantau Aktivitas Gempa Susulan

BMKG menyampaikan pemantauan terhadap aktivitas tektonik di wilayah tersebut masih dilakukan setelah gempa bermagnitudo 7,0 mengguncang sekitar Kepulauan Ogasawara.

Hingga pukul 09.30 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock yang signifikan.

Meski demikian, pemantauan tetap dilanjutkan untuk mengetahui perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.

BMKG juga mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas terkait, terutama untuk memperoleh perkembangan mengenai gempa bumi dan potensi tsunami.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," tegas BMKG.

Dengan hasil pemodelan yang telah dilakukan, BMKG memastikan gempa di sekitar Kepulauan Ogasawara tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Sementara itu, pemantauan aktivitas tektonik terus dilakukan meskipun belum terdeteksi gempa susulan yang signifikan hingga pukul 09.30 WIB.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online