Wabah Ebola di Kongo Meluas, 3,5 Juta Orang Terancam Krisis Pangan
Wabah Ebola telah menyebar ke delapan provinsi RD Kongo. WFP menyebut hampir 3,5 juta orang menghadapi krisis pangan akut.
Foto ilustrasi gelombang tinggi. - Freepik
Harianjogja.com, MEDAN—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan pelaku pelayaran untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 4 meter di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias pada 25–28 Oktober 2026. Gelombang tinggi tersebut dipicu kondisi angin kencang dan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, mengatakan potensi gelombang tinggi perlu menjadi perhatian para pengguna transportasi laut.
"Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi dari 25 hingga 28 Oktober. Kondisi itu harus diwaspadai karena dapat mengganggu pelayaran," kata Dasmian di Medan, Sabtu.
BMKG menjelaskan, terdapat sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Nias. Kondisi tersebut memicu terbentuknya belokan angin dan pertemuan massa udara di wilayah Sumatera Utara.
Fenomena itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan-awan konvektif di Sumatera Utara. Sementara itu, pola angin di wilayah Sumatera Utara bagian utara umumnya bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 4–20 knot.
Gelombang 1,25–2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Sumut
Selain Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, BMKG memperkirakan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Sumatera Utara.
Wilayah tersebut meliputi Perairan Barat dan Timur Sumatera Utara, Perairan Kepulauan Batu, serta Perairan Barat dan Timur Kepulauan Nias.
Gelombang dengan ketinggian tersebut berisiko mengganggu pelayaran, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu. Risiko perlu diwaspadai ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Kapal tongkang juga perlu meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Sementara itu, kapal feri perlu mewaspadai kondisi laut ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Mitigasi gelombang tinggi merupakan langkah krusial dalam menekan risiko bencana di kawasan pesisir melalui penguatan sistem peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta edukasi evakuasi mandiri bagi masyarakat nelayan.
Upaya preventif ini mencakup pembangunan infrastruktur pelindung pantai seperti pemecah ombak, penanaman sabuk hijau mangrove secara berkelanjutan, serta peningkatan kesiapsiagaan warga dalam merespons cepat informasi cuaca ekstrem guna meminimalisasi korban jiwa dan kerugian material.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wabah Ebola telah menyebar ke delapan provinsi RD Kongo. WFP menyebut hampir 3,5 juta orang menghadapi krisis pangan akut.
Polisi menyelidiki pesawat Caravan PK-LTF yang tergelincir di Bandara Bilorai, Intan Jaya, hingga menyebabkan dua anggota TNI terluka.
Leo/Daniel lolos ke semifinal French Open 2026 setelah menang atas Korea Selatan. Amallia/Fadia tersingkir usai kalah dari pasangan Jepang.
Jorge Martin dinyatakan tidak fit setelah mengalami retak pergelangan tangan kanan dalam sprint race MotoGP Australia 2026.
Otentik Fun Rally 2026 di Kota Jogja diikuti 110 peserta motor dan mobil dari berbagai daerah, sekaligus mendorong pariwisata dan ekonomi lokal.
Tiket konser habis terjual? Kenali 3 modus penipuan tiket konser, mulai dari tiket palsu hingga tautan giveaway, serta cara melindungi data pribadi.