BGN Siapkan Marketplace Pangan untuk Dapur MBG Mulai Akhir 2026

Newswire
Newswire Rabu, 14 Oktober 2026 16:27 WIB
BGN Siapkan Marketplace Pangan untuk Dapur MBG Mulai Akhir 2026

Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). ANTARA/Anita Permata Dewi\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sistem pengadaan bahan pangan berbasis digital yang menghubungkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan produsen secara langsung. Melalui mekanisme ini, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) nantinya diwajibkan membeli tujuh komoditas melalui lokapasar atau marketplace.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem tersebut direncanakan meluncur pada November atau Desember 2026. Pengadaan digital itu ditujukan untuk meningkatkan transparansi harga sekaligus memperluas akses petani dan peternak ke pasar.

“Insya Allah, mulai November atau Desember 2026 ini kami akan meluncurkan semacam marketplace (lokapasar) di BGN. Dapur-dapur nantinya wajib membeli tujuh komoditas melalui marketplace secara daring sehingga harganya jelas dan sumber telur, ayam, serta dagingnya berasal dari peternak, termasuk melalui koperasi-koperasi peternak," kata pria yang akrab disapa Mas Dar itu dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menurut Sudaryono, mekanisme pengadaan tersebut menjadi salah satu upaya memperbaiki rantai pasok pangan. Langkah ini diperlukan karena produsen di tingkat hulu belum selalu mendapatkan harga yang sebanding dengan kondisi pasar.

Melalui sistem yang lebih transparan, BGN ingin memperkuat hubungan antara kebutuhan bahan pangan dapur MBG dan hasil produksi petani maupun peternak. Dengan demikian, pengadaan untuk program tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih langsung bagi produsen.

Sudaryono juga menyoroti praktik perantara yang berpotensi menekan harga jual di tingkat produsen. Menurutnya, pembenahan tata niaga pangan diperlukan agar pelaksanaan MBG tidak hanya bermanfaat bagi penerima program, tetapi juga memberikan keuntungan bagi pelaku usaha pangan di dalam negeri.

"Kita harus mengatasi persoalan yang ada. Praktik-praktik lama dengan mafia beras, mafia daging, dan sebagainya harus berubah. Kita ingin sistem yang tidak merugikan konsumen maupun produsen," tuturnya.

Selain membenahi mekanisme distribusi, Sudaryono menyebut keberhasilan program MBG turut ditentukan oleh kemampuan Indonesia menjaga ketersediaan dan meningkatkan produktivitas pangan nasional.

Melalui rencana marketplace tersebut, BGN berupaya membangun mekanisme pengadaan yang lebih terbuka sekaligus mempertemukan kebutuhan dapur MBG dengan pasokan dari petani dan peternak. Namun, pelaksanaannya masih menunggu peluncuran sistem yang direncanakan pada November atau Desember 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online